![]() |
| Ket: Mufizar Tampung Aspirasi Warga Paloh, Perjuangkan Air Bersih hingga Perbaikan Irigasi |
Kabarsambas.com - Kebutuhan air bersih, perbaikan irigasi, dan peningkatan jalan produksi pertanian menjadi aspirasi utama masyarakat Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, saat Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat daerah pemilihan Kabupaten Sambas, H. Mufizar, melaksanakan reses, Rabu (14/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan sejumlah
persoalan pembangunan yang dinilai mendesak, termasuk harapan agar penuntasan
jalan Nibung–Merbau dapat diperjuangkan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan
Barat dan DPRD Provinsi Kalimantan Barat dari daerah pemilihan Sambas.
Reses di Kecamatan Paloh dilaksanakan dalam dua agenda,
yakni di Desa Mentibar pada pukul 15.30 WIB dan dilanjutkan di Desa Sebubus
pada pukul 19.30 WIB.
Pertemuan di Desa Sebubus turut dihadiri Ketua DPC PPP
Kabupaten Sambas Galih Usmawan, Kepala Desa Sebubus Irfan Riyadi, tokoh pemuda
Sebubus Galuh Raksasiwi, perwakilan Gerakan Pemuda Tani Mentibar (GEMPAR)
Ardiansyah, serta sejumlah kepala dusun dan perangkat RT setempat.
Kepala Desa Sebubus, Irfan Riyadi, menyampaikan bahwa
ketersediaan air bersih, normalisasi dan restorasi irigasi pertanian, serta
peningkatan jalan produksi merupakan kebutuhan yang perlu mendapat perhatian
pemerintah.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut sangat
penting untuk menunjang kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung
aktivitas pertanian dan perekonomian warga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Mufizar meminta masyarakat
bersama pemerintah desa menyusun usulan pembangunan berdasarkan kebutuhan dan
prioritas masing-masing wilayah.
“Usulan program pembangunan perlu disusun sesuai kebutuhan
dan prioritas desa agar dapat diselaraskan dengan perencanaan pembangunan
pemerintah,” demikian penekanan Mufizar dalam menanggapi aspirasi warga.
Legislator PPP tersebut juga mengapresiasi antusiasme
masyarakat yang hadir dan aktif menyampaikan berbagai persoalan pembangunan. Ia
mengajak warga untuk terus mendukung sekaligus mengawasi program pemerintah,
baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat.
Menurut Mufizar, keterlibatan masyarakat diperlukan agar
pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat
nyata bagi warga.
Selain menyerap aspirasi infrastruktur, Mufizar turut
menyoroti peluang ekonomi yang terbuka seiring reaktivasi akses lintas batas
Temajuk–Melano. Ia menilai perkembangan kawasan perbatasan perlu diimbangi
dengan kesiapan masyarakat, terutama generasi muda, untuk memanfaatkan peluang
usaha.
“Generasi muda jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus
mampu mengambil peran dalam menangkap sekaligus menciptakan peluang usaha
baru,” menjadi pesan yang ditekankan dalam pembahasan mengenai potensi ekonomi
perbatasan.
Ia menyebut sektor pariwisata, perdagangan, pertanian, jasa,
dan berbagai usaha berbasis potensi lokal dapat dikembangkan untuk mendorong
pertumbuhan ekonomi masyarakat Paloh.
Mufizar berharap semakin terbukanya konektivitas kawasan
perbatasan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat setempat, baik
melalui peningkatan aktivitas perdagangan maupun tumbuhnya usaha-usaha baru.
Melalui reses tersebut, berbagai aspirasi warga Desa Sebubus
diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan dalam mendorong pemerataan
pembangunan, peningkatan infrastruktur dasar, serta pengembangan potensi
ekonomi lokal di Kabupaten Sambas. (Sai)
