![]() |
| Ket: Mak Joyah: Merangkai Cerita, Merawat Kebersamaan, dan Menghidupkan Falsafah Melayu |
Kabarsambas.com - Sebuah karya bukan sekadar tentang hasil yang terlihat, tetapi juga tentang perjalanan, kebersamaan, dan tangan-tangan tulus yang ikut mewujudkannya. Semangat itulah yang mewarnai proses produksi video klip “Mak Joyah”, karya musik dari Falsafah Melayu yang lahir dari kreativitas dan kebersamaan banyak pihak.
Di balik proses pembuatannya, tersimpan cerita tentang dukungan, keramahan, serta semangat gotong royong yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Melayu. Setiap orang yang terlibat memiliki peran dan kontribusi tersendiri, menjadikan perjalanan produksi ini lebih dari sekadar proses berkarya.
Tim produksi menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas rahmat, kesehatan, dan kemudahan yang diberikan hingga karya tersebut dapat diselesaikan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik tenaga, waktu, pikiran, maupun partisipasi selama proses pembuatan video klip.
Apresiasi secara khusus diberikan kepada Tim Sutradara Amatir Falsafah Melayu, keluarga besar Purlis, keluarga besar Slamet Riadi, Camat Sajad Ghafar Satuagraha, S.E., keluarga besar Bapak Yusuf Mensemat, keluarga besar Ibu Zubaidah Mensemat, Salsabil Khairunnisa, Achmad Subhi, Anningmu, Indra Syahnilam, Fahmi, Budi Kelpin, serta saudara-saudara dari Prokompim Sambas.
Penghargaan dan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh warga Dusun Mensemat, Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sajad, masyarakat Desa Tanjung Bugis, Kecamatan Sambas, serta seluruh insanak, sahabat, dan saudare semuenye yang telah menjadi bagian dari perjalanan produksi tersebut.
Keramahan masyarakat dan dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting yang menguatkan proses kreatif ini. Kebersamaan yang terjalin memperlihatkan bahwa sebuah karya dapat tumbuh lebih bermakna ketika dikerjakan dengan semangat persaudaraan dan rasa saling mendukung.
Di Balik Layar, Ada Banyak Tangan yang Berkarya
Video klip “Mak Joyah” diproduksi dengan melibatkan sejumlah insan kreatif yang menjalankan peran masing-masing.
Mezi Esperanza mengisi vokal sekaligus bertindak sebagai produser, sementara lagu ini diciptakan oleh Majinur Darlisanto dengan aransemen musik oleh Gema Coxlat. Proses penyutradaraan dipercayakan kepada Ahmad Nur, didukung Irwansyah sebagai manajer produksi.
Di bidang visual, Syarif Kurnia Sandi bertanggung jawab sebagai penata gambar sekaligus editor. Muhammad Nur Fikri menangani properti dan artistik, sedangkan Vian dan Lam bertugas pada penataan lampu dan asisten. Paldi Ansyah turut membantu sebagai pembantu umum.
Cerita dalam video klip ini juga dihidupkan oleh para pemeran, yakni Tika sebagai Mak Joyah, Nana sebagai Mak Leha, Ammin Oger sebagai Pak Bujang, Vian sebagai Su Tenjen, serta Irwansyah sebagai Pak Mus. Turut terlibat pula Yubi, Evi, Iram, Feby, Nurbaya, Ndah Uzma, Ngah Mana, dan Long Masnah.
Setiap peran, sekecil apa pun, menjadi bagian dari rangkaian proses yang menyatukan gagasan menjadi sebuah karya audiovisual.
Karya Boleh Berakhir, Kebersamaan Tetap Dikenang
Bagi tim produksi, selesainya video klip “Mak Joyah” bukan berarti berakhirnya cerita. Justru, karya ini menjadi pengingat akan perjalanan yang telah dilalui bersama, tentang orang-orang yang hadir membantu, serta kenangan yang tumbuh selama proses kreatif berlangsung.
“Di setiap langkah, di setiap cerita, dan di setiap kebersamaan, ada kenangan yang akan selalu kami bawa. Karya ini mungkin memiliki akhir, namun rasa terima kasih kami tidak akan pernah berakhir.”
Pesan tersebut menjadi ungkapan tulus dari Tim Produksi “Mak Joyah” Falsafah Melayu kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan.
Pada akhirnya, “Mak Joyah” bukan hanya sebuah karya musik dan video klip. Di baliknya, ada semangat kebersamaan, penghargaan terhadap setiap kontribusi, serta ikatan persaudaraan yang menjadi kenangan berharga.
Dengan segala kerendahan hati, Tim Produksi “Mak Joyah” Falsafah Melayu menyampaikan salam hormat dan terima kasih kepada seluruh insanak, sahabat, dan saudare semuenye yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini.
