Konsolidasi BEM Nusantara Kalbar, Mahasiswa Siapkan Gerakan Berbasis Kajian

Editor: Admin author photo

Ket : Konsolidasi BEM Nusantara Kalbar, Mahasiswa Siapkan Gerakan Berbasis Kajian

Kabarsambas.com  – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Kalimantan Barat berupaya menghidupkan kembali gerakan mahasiswa melalui konsolidasi organisasi, penyatuan gagasan, dan penguatan agenda perjuangan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.


Upaya tersebut mengemuka dalam kegiatan bertema “Menguatkan Konsoliditas, Menyatukan Gagasan, Membangun Gerakan Mahasiswa Kalimantan Barat yang Progresif”. Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali organisasi sekaligus merumuskan berbagai persoalan daerah yang perlu mendapat perhatian bersama.


Perwakilan BEM Nusantara Kalimantan Barat, Haris, mengakui organisasinya sempat mengalami kevakuman. Namun, kondisi tersebut menjadi dorongan untuk kembali membangun konsolidasi dan menjadikan persoalan masyarakat sebagai bagian dari agenda perjuangan mahasiswa.


Menurut Haris, kebangkitan organisasi tidak cukup hanya ditandai dengan kembali aktifnya kegiatan internal. Konsolidasi harus mampu melahirkan gagasan, langkah konkret, serta perjuangan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana kekayaan sumber daya alam di Kalimantan Barat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah penghasil,” ujar Haris.


Ia menilai, pengelolaan sumber daya alam perlu dikaji secara mendalam, termasuk dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat, manfaat ekonomi yang diterima warga, serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di sekitar wilayah pengelolaan.


Menurutnya, mahasiswa perlu mengambil peran melalui kajian kritis dan penyusunan rekomendasi yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.


“Gerakan mahasiswa jangan hanya berhenti pada kritik. Kita juga harus mampu menghadirkan kajian dan rekomendasi yang berbasis data agar persoalan yang disuarakan memiliki dasar yang kuat,” tegasnya.


Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sambas, Edy, yang hadir dalam kegiatan tersebut, mendukung keterlibatan mahasiswa dalam mengangkat berbagai persoalan pembangunan daerah.


Ia mendorong mahasiswa untuk lebih kritis dalam mencermati pengelolaan sumber daya alam, termasuk kebijakan yang perlu dievaluasi serta hal-hal yang perlu diperjuangkan bersama pemerintah.


“Mahasiswa perlu mengkaji bagaimana posisi daerah dalam pengelolaan sumber daya alam, apa saja persoalan kebijakannya, dan hal-hal yang perlu diperjuangkan untuk kepentingan masyarakat,” kata Edy.


Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi perlu didukung data dan analisis yang memadai. Dengan demikian, masukan yang disampaikan mahasiswa dapat lebih terarah dan menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.


Edy juga membuka ruang bagi upaya advokasi terhadap persoalan daerah yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Menurutnya, persoalan yang tidak dapat diselesaikan melalui kewenangan pemerintah kabupaten atau provinsi perlu diperjuangkan melalui koordinasi dan penyampaian aspirasi kepada pihak terkait.


Meski demikian, upaya tersebut harus tetap berangkat dari kebutuhan masyarakat dan kondisi nyata di lapangan. Komunikasi antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah dinilai penting untuk mencari solusi atas berbagai persoalan pembangunan.


Selain pengelolaan sumber daya alam, persoalan lingkungan turut menjadi perhatian dalam forum tersebut. Edy menyinggung kondisi udara yang terlihat redup dalam beberapa hari terakhir dan mempertanyakan apakah keadaan itu disebabkan cuaca mendung atau asap, tanpa memastikan penyebabnya.


Hal tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan perlu mendapat perhatian dalam pembahasan pembangunan daerah. Pemanfaatan kekayaan alam tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.


Karena itu, mahasiswa diharapkan dapat menjadikan isu lingkungan sebagai bagian dari agenda kajian dan advokasi berkelanjutan, termasuk melalui pengawasan kebijakan, penyampaian aspirasi warga, serta penyusunan rekomendasi berdasarkan data.


Konsolidasi BEM Nusantara Kalimantan Barat menjadi langkah awal untuk menyatukan kembali gagasan dan memperkuat peran organisasi mahasiswa dalam merespons persoalan daerah. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan semangat tersebut diwujudkan melalui kerja nyata.


Kajian, dialog dengan pemangku kepentingan, serta penyampaian rekomendasi kepada pemerintah sesuai kewenangannya menjadi langkah penting agar konsolidasi tidak berhenti pada forum diskusi.


Di sisi lain, dukungan pemerintah terhadap ruang dialog mahasiswa perlu diikuti dengan keterbukaan terhadap kritik dan masukan. Dengan komunikasi yang berkelanjutan, aspirasi mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan Kalimantan Barat yang lebih adil, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Sai)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini