![]() |
| Ket : Junaidi Dorong Sagu, Budaya, dan Wisata Jadi Kekuatan Ekonomi Desa Sebangun |
Kabarsambas.com – Festival Sagu Desa Sebangun ke-6 Tahun 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu tumbuh menjadi penggerak ekonomi masyarakat dan memperkuat potensi lokal Kabupaten Sambas.
Harapan tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Sambas,
Junaidi, M.A., S.Sos., yang mendorong agar Festival Sagu di Desa Sebangun,
Kecamatan Sebawi, terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan
berbagai pihak.
“Harapan kami, kegiatan Festival Sagu ini tetap berlanjut.
Melalui Festival Sagu Desa Sebangun ke-6 Tahun 2026, kita berharap ada dampak
nyata terhadap perekonomian masyarakat setempat,” ujar Junaidi.
Menurutnya, Festival Sagu memiliki arti penting bagi
pengembangan desa. Selain menjadi ruang untuk melestarikan tradisi dan
memperkenalkan sagu sebagai potensi pangan lokal, kegiatan ini juga membuka
peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha dan memperluas pemasaran
produk unggulan mereka.
Junaidi yang merupakan dewan asal kecamatan sebawi ini
mengungkapkan, dirinya telah terlibat dalam mendukung penyelenggaraan Festival
Sagu sejak kegiatan tersebut mulai dirintis beberapa tahun lalu. Ia bahkan
pernah menganggarkan dukungan untuk pelaksanaan festival sebagai bentuk
kepedulian terhadap pengembangan potensi Desa Sebangun.
Pengalaman tersebut, katanya, menjadi alasan untuk terus
mendorong keberlanjutan festival agar kegiatan yang telah dibangun bersama
tidak berhenti, melainkan berkembang dan memberikan manfaat lebih besar dari
tahun ke tahun.
Ia juga berharap dukungan terhadap Festival Sagu tidak hanya
datang dari dirinya, tetapi menjadi komitmen bersama para anggota DPRD
Kabupaten Sambas serta pemerintah daerah.
“Sebagai anggota DPRD Sambas, saya juga berharap teman-teman
anggota DPRD lainnya berkeinginan untuk melanjutkan kegiatan ini dan
seterusnya. Dengan dukungan bersama, Festival Sagu diharapkan dapat terus
berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Junaidi menilai, keberlanjutan festival perlu diiringi
dengan upaya mengoptimalkan potensi ekonomi dan wisata yang dimiliki Desa
Sebangun. Salah satunya melalui pengembangan produk olahan sagu agar memiliki
nilai tambah dan semakin dikenal masyarakat luas.
Menurutnya, festival dapat menjadi ruang promosi bagi pelaku
usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang, serta masyarakat yang ingin
memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung. Dengan begitu, kegiatan tersebut
tidak hanya menghadirkan perayaan budaya, tetapi juga mendorong perputaran
ekonomi di tingkat desa.
Selain potensi sagu, Junaidi turut menyoroti peluang
pengembangan wisata lokal, termasuk kawasan Surau Raden Sulaiman yang dikenal
di Desa Sebangun. Potensi wisata dan budaya tersebut dinilai dapat dikembangkan
secara berdampingan dengan Festival Sagu untuk memperkuat daya tarik desa.
Ia berharap, perpaduan potensi pangan lokal, budaya, dan
wisata dapat menjadi modal bagi Desa Sebangun untuk berkembang sekaligus
menarik minat pengunjung dari luar daerah.
“Harapan terbesar kita, melalui kegiatan Festival Sagu ini,
Desa Sebangun bisa semakin maju dan berkembang. Potensi yang ada harus terus
kita dukung agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutup Junaidi.
Ia menegaskan, pengembangan potensi desa membutuhkan kerja
sama antara pemerintah desa, pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, dan
masyarakat. Dengan komitmen bersama, Festival Sagu diharapkan dapat terus
tumbuh sebagai agenda unggulan yang menjaga warisan lokal sekaligus membuka
peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Sebangun. (Sai)
.jpg)