Golkar Minta PAD Sambas Digenjot, Investor Diminta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Editor: Admin author photo

Ket : Golkar Minta PAD Sambas Digenjot, Investor Diminta Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Kabarsambas.com – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Sambas menyoroti penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan sumber pendapatan untuk memperkuat kemandirian fiskal dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027.


Hal tersebut disampaikan juru bicara Fraksi Golkar, Supni Alatas, dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi DPRD Kabupaten Sambas, Selasa (27/10/2026).


Dalam pandangannya, Fraksi Golkar mengapresiasi upaya pemerintah daerah menjaga keberlangsungan pembangunan dan pelayanan publik di tengah penurunan transfer dana dari pemerintah pusat. Namun, penurunan pendapatan daerah dinilai perlu mendapat perhatian serius.


Pendapatan daerah Kabupaten Sambas pada 2027 diproyeksikan sekitar Rp1,85 triliun, turun dibandingkan APBD 2026 yang mencapai sekitar Rp1,87 triliun. Sementara itu, PAD disebut turun dari sekitar Rp370 miliar pada 2025 menjadi Rp317 miliar pada 2027.


Fraksi Golkar meminta pemerintah daerah menjelaskan penyebab penurunan tersebut, termasuk sumber pajak dan retribusi yang belum mencapai target.


Sejumlah potensi yang dinilai perlu dioptimalkan meliputi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pajak makanan dan minuman, retribusi perizinan, retribusi parkir, serta opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.


Golkar mendorong pemutakhiran data wajib pajak, perbaikan administrasi, kemudahan pembayaran, serta penguatan koordinasi dengan instansi terkait. Upaya peningkatan penerimaan tersebut diharapkan tidak membebani masyarakat secara berlebihan.


Selain pendapatan daerah, Fraksi Golkar menyoroti kebutuhan tenaga guru, pemerataan pendidikan, serta dukungan bagi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong produktivitas dan penguatan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.


Persoalan pengangguran juga menjadi perhatian. Mengacu pada data yang disampaikan dalam pandangan umum, tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Sambas pada Agustus 2024 tercatat 4,99 persen.


Fraksi Golkar mendorong penguatan kebijakan penciptaan lapangan kerja dan mengusulkan agar investor memprioritaskan tenaga kerja lokal dengan target minimal 70 persen, sesuai potensi, kualifikasi, dan kebutuhan masing-masing sektor usaha.


Melalui pandangan umum tersebut, Fraksi Golkar berharap pembahasan APBD 2027 menghasilkan kebijakan anggaran yang transparan, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.


Pemerintah daerah juga diharapkan memberikan penjelasan atas penurunan PAD serta menyusun langkah konkret untuk mengoptimalkan pendapatan, menjaga kualitas pelayanan publik, dan memastikan pembangunan tetap berjalan merata di Kabupaten Sambas. (Sai)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini