Bawaslu Sambas Ajak Mahasiswa Baru Jadi Bagian dari Pengawasan Demokrasi

Editor: Admin author photo

Ket : Bawaslu Sambas Ajak Mahasiswa Baru Jadi Bagian dari Pengawasan Demokrasi

Kabarsambas.com  -  Mahasiswa dinilai memiliki ruang strategis untuk ikut menjaga proses demokrasi, termasuk melalui pengawasan partisipatif dalam setiap tahapan kepemiluan.


Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kabupaten Sambas, Henny Yusnita saat menjadi pemateri dalam kegiatan Salam Sapa Mahasiswa Baru di Fakultas Studi Islam Universitas Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas (UNISSAS), Kamis (8/10/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Henny memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru mengenai pengawasan partisipatif dan peran pemilih pemula. Materi tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan bekal kepada generasi muda agar tidak hanya memahami hak pilih, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut mengawal proses demokrasi.


Henny mengatakan, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas penyelenggara pemilu. Masyarakat juga memiliki ruang untuk berpartisipasi dalam mengawasi proses demokrasi sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing.


“Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai bagian dari masyarakat yang dapat ikut berperan dalam pengawasan partisipatif. Keterlibatan tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pemahaman kepemiluan, menyampaikan informasi yang benar, serta ikut mengawasi proses pemilu di lingkungan masing-masing,” ujar Henny.


Menurutnya, mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda memiliki kemampuan untuk menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran demokrasi di tengah masyarakat. Salah satunya dengan tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.


Selain pengawasan partisipatif, Henny juga membahas posisi mahasiswa sebagai pemilih pemula. Ia mengingatkan agar generasi muda memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta menggunakan hak pilih secara mandiri dan bertanggung jawab.


“Pemilih pemula harus memiliki pengetahuan yang cukup mengenai pemilu agar dapat menentukan pilihan secara mandiri dan bertanggung jawab. Jangan sampai mahasiswa hanya menjadi pemilih, tetapi juga perlu memahami bagaimana ikut menjaga proses demokrasi agar berjalan dengan baik,” ungkapnya.


Ia menambahkan, keterlibatan generasi muda dalam demokrasi tidak berhenti pada saat menggunakan hak pilih. Mahasiswa juga dapat berkontribusi melalui sikap kritis, kepedulian terhadap informasi kepemiluan dan keberanian menyampaikan apabila menemukan dugaan pelanggaran sesuai mekanisme yang tersedia.


Kegiatan Salam Sapa Mahasiswa Baru tersebut menjadi salah satu ruang edukasi kepemiluan di lingkungan perguruan tinggi. Bawaslu Kabupaten Sambas berharap pemahaman yang diberikan sejak awal dapat mendorong mahasiswa menjadi generasi yang lebih sadar terhadap hak, kewajiban dan tanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.


Dengan penguatan pendidikan kepemiluan di kalangan mahasiswa, partisipasi masyarakat dalam pengawasan demokrasi diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya demokrasi yang sehat, kritis dan bertanggung jawab. (Sai)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini