![]() |
| ket : Warga Sambas Sambut Baik Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh, Kerja Sama Orang Tua Jadi Kunci |
Kabarsambas.com - Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sambas yang menyesuaikan sistem pembelajaran bagi seluruh satuan pendidikan mulai PAUD, TK, SD hingga SMP pada 3–4 September 2026, mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Langkah ini diambil guna melindungi kesehatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dari dampak asap kebakaran hutan dan lahan yang semakin pekat.
Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Bupati Sambas Nomor
400.3.1/358/DISDIKBUD-SET, yang mengatur pembelajaran jarak jauh (daring,
luring, atau gabungan) selama dua hari ke depan. Keputusan ini bukan berarti
kegiatan belajar berhenti, melainkan bentuk kehati-hatian agar anak-anak tidak
terpapar udara yang tidak sehat.
Warga Sambas Amirudin menyambut baik langkah ini.
"Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemda Sambas yang
mengutamakan kesehatan anak-anak kami. Ini keputusan yang tepat di tengah
kondisi udara yang semakin memburuk," ujar Amirudin, mewakili pandangan
banyak orang tua di Sambas.
Namun, kebijakan ini perlu didukung penuh oleh seluruh orang
tua dan wali murid di rumah. Selama anak-anak berada di rumah, peran pengawasan
keluarga menjadi sangat penting agar tujuan pemerintah daerah ini tercapai
sepenuhnya.
"Kami memohon kepada seluruh orang tua untuk dapat
mengawasi anak-anak di rumah. Mengingat kondisi udara yang belum baik, sangat
disarankan agar anak-anak tidak keluar rumah, terutama di malam hari. Sebaiknya
anak-anak tidak diizinkan menghadiri hiburan malam, seperti penampilan musik,
pasar malam, atau keramaian luar ruangan lainnya, karena hal itu justru
membahayakan kesehatan mereka," tambah Amirudin.
Pria yang akrab disapa Su amir ini meminta kerja sama antara
pemerintah dan masyarakat, terutama orang tua, menjadi kunci utama. Kebijakan
yang dikeluarkan pemerintah daerah bertujuan menjaga anak-anak dari lingkungan
yang tidak sehat, dan hal ini tidak akan berhasil sepenuhnya tanpa dukungan
serta kesepahaman dari seluruh keluarga di rumah.
"Semoga kondisi asap segera berkurang dan udara kembali
bersih, sehingga anak-anak bisa segera kembali belajar di sekolah dengan aman.
Mari kita saling bersinergi — pemerintah menjaga dari sisi kebijakan, dan kita
sebagai orang tua menjaga langsung di rumah masing-masing," harap
Amirudin.
Semua pihak berharap kebijakan sementara ini dapat menjamin
keselamatan anak-anak sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berjalan
dengan baik, hingga kondisi lingkungan di Kabupaten Sambas membaik kembali.
(Sai)
