![]() |
| Ket : Saat Lahan Terbakar, Relawan Memilih Hadir dan Berdiri Bersama Warga |
Kabarsambas.com - Di tengah kepulan asap dan panasnya bara api, kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan sejumlah relawan di Kabupaten Sambas. Yayasan Conservation Action Network (CAN) dan Forum Bekesah Tentang Alam (BTA) turun langsung membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Baru, Kecamatan Teluk Keramat.
Para relawan bergabung bersama Masyarakat Peduli Api (MPA),
masyarakat dan Pemerintah Desa Sungai Baru untuk berupaya mengendalikan api
yang membakar lahan di wilayah tersebut.
Medan yang cukup sulit, panas yang menyengat dan kepulan
asap menjadi tantangan yang harus dihadapi. Namun, kondisi tersebut tidak
menyurutkan langkah para relawan untuk terus bergerak bersama masyarakat.
Volunteer CAN, Tio Kosasih, mengatakan kehadiran mereka di
lokasi merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya membantu
masyarakat dalam menghadapi ancaman karhutla.
“Kami datang bukan karena ingin terlihat, tetapi karena
ketika ada api yang mengancam lingkungan dan masyarakat, kami merasa harus ikut
bergerak. Sekecil apa pun yang bisa kami lakukan, mudah-mudahan bisa membantu,”
ujar Tio.
Menurut Tio, persoalan karhutla tidak bisa hanya dibebankan
kepada satu pihak. Dibutuhkan kepedulian dan kerja sama dari semua pihak agar
kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak semakin meluas.
“Pemadaman ini bukan hanya soal memadamkan api. Ada
masyarakat, ada lingkungan dan ada kehidupan yang harus kita jaga. Karena itu,
kita harus saling membantu dan tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” katanya.
Sementara itu, Ricky dari Forum BTA (Bekesah Tentang Alam)
juga turut turun langsung bersama tim dan masyarakat dalam proses pemadaman.
Ricky mengatakan, kondisi di lapangan menjadi pengingat
bahwa menjaga alam membutuhkan tindakan nyata, bukan hanya sebatas imbauan.
“Kalau kita hanya bicara tentang menjaga alam, tetapi ketika alam terbakar kita tidak hadir, rasanya ada yang kurang. Hari ini kami memilih untuk datang dan membantu semampu kami bersama masyarakat,” ungkap Ricky.
Ia berharap api yang muncul di wilayah tersebut dapat segera
dikendalikan sehingga tidak memberikan dampak yang lebih luas kepada
masyarakat.
“Harapan kami sederhana, api bisa benar-benar padam,
masyarakat tetap aman dan tidak ada lagi lahan yang terbakar. Alam ini bukan
hanya untuk kita hari ini, tapi juga untuk anak-anak kita nanti,” tuturnya.
Pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan menyisir
titik-titik yang masih terdapat api maupun bara. Setelah api berhasil
dikendalikan, proses pendinginan juga dilakukan untuk memastikan tidak ada bara
yang kembali memicu kebakaran.
Bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi, karhutla
bukan sekadar persoalan lingkungan. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu
aktivitas sehari-hari, sementara api yang tidak segera dikendalikan berpotensi
mengancam lahan dan sumber penghidupan warga.
Karena itu, kehadiran CAN dan BTA bersama MPA serta
Pemerintah Desa Sungai Baru menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam
menghadapi karhutla.
Di tengah panasnya api dan tebalnya asap, mereka berdiri
bersama masyarakat. Tidak ada sekat antara relawan, warga maupun pemerintah
desa. Semua memiliki tujuan yang sama: memadamkan api dan menjaga lingkungan
agar tetap aman. (Sai)
.jpeg)