Rutan Sambas dan MUI Bersinergi Bekali Warga Binaan dengan Nilai Keagamaan

Editor: Admin author photo

ket : Rutan Sambas dan MUI Bersinergi Bekali Warga Binaan dengan Nilai Keagamaan

Kabarsambas.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sambas terus memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan keagamaan. Salah satunya dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sambas untuk memberikan tausiyah dan siraman rohani, Kamis (17/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi bagian dari upaya Rutan Sambas meningkatkan keimanan dan ketakwaan warga binaan sekaligus mendorong mereka untuk melakukan introspeksi serta memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.


Kepala Rutan Kelas IIB Sambas, Trian Pratikta, A.Md.P., S.H., M.H., mengatakan pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku positif warga binaan.


“Pembinaan keagamaan ini menjadi salah satu upaya kami untuk memberikan bekal kepada warga binaan agar mereka dapat memperbaiki diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memiliki semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Trian.


Menurutnya, sinergi dengan MUI Kabupaten Sambas akan terus diperkuat agar kegiatan pembinaan keagamaan dapat berlangsung secara berkelanjutan.


“Kami berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan ini tidak hanya diterima selama berada di Rutan, tetapi juga dapat menjadi bekal ketika mereka kembali kepada keluarga dan masyarakat,” katanya.


Kegiatan diawali dengan pembacaan Sholawat Badar yang dipimpin Ustadz Suadoni, S.Pd.I. Selanjutnya, Wakil Ketua MUI Kabupaten Sambas H. Abah Chipni, S.Sos., menyampaikan sambutan dan pesan keagamaan kepada warga binaan.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah oleh Dr. H. Nashirun, L.c. dan Prof. Dr. H. Sumar'in, M.S.I., yang juga merupakan Ketua MUI Kabupaten Sambas.


Dalam tausiyah tersebut, warga binaan diberikan siraman rohani dan motivasi untuk memperkuat keimanan, memperbaiki akhlak serta meningkatkan amal kebaikan.


Trian menambahkan, masa pembinaan di Rutan diharapkan tidak hanya menjadi waktu untuk menjalani hukuman, tetapi juga kesempatan bagi warga binaan untuk melakukan perubahan dalam diri.


“Kita ingin masa pembinaan ini menjadi momentum bagi warga binaan untuk melakukan perubahan. Ketika nantinya kembali ke tengah keluarga dan masyarakat, mereka memiliki bekal dan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” tuturnya.


Kegiatan pembinaan keagamaan tersebut berlangsung aman, tertib dan penuh kekhidmatan. (Sai)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini