PAN DPRD Sambas Dorong APBD Perubahan 2026 Fokus pada Kepentingan Masyarakat

Editor: Admin author photo
ket : PAN DPRD Sambas Dorong APBD Perubahan 2026 Fokus pada Kepentingan Masyarakat

Kabarsambas.com - Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kabupaten Sambas meminta kenaikan anggaran dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Hal itu disampaikan Juru Bicara Fraksi PAN DPRD Kabupaten Sambas, Anton Julius, dalam pandangan umum fraksi terhadap Nota Keuangan dan Penjelasan Raperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2026.


Berdasarkan pidato Bupati Sambas, pendapatan daerah dalam Perubahan APBD 2026 ditargetkan sebesar Rp1,93 triliun, naik 4,84 persen dari target sebelumnya Rp1,84 triliun. Sementara belanja daerah direncanakan Rp1,96 triliun atau meningkat 4,01 persen dari anggaran sebelumnya Rp1,88 triliun, dengan pembiayaan netto Rp47 miliar.


Fraksi PAN menilai kenaikan target pendapatan harus disertai strategi konkret agar dapat direalisasikan. Pemerintah daerah didorong mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun tidak dengan menambah beban masyarakat dan dunia usaha.


“Optimalisasi PAD dinilai dapat dilakukan melalui perbaikan tata kelola, pemanfaatan aset daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, digitalisasi pemungutan pajak dan retribusi serta penertiban sumber pendapatan yang belum maksimal,” kata Anton


Di sisi belanja, PAN meminta pemerintah memastikan setiap rupiah APBD menghasilkan manfaat yang jelas. Efisiensi anggaran, menurut fraksi tersebut, tidak sekadar pengurangan atau pergeseran anggaran, tetapi juga pengendalian belanja yang tidak produktif.


Prioritas belanja diharapkan diarahkan pada pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi kerakyatan, pertanian, perikanan, UMKM serta pengentasan kemiskinan dan kesenjangan antarwilayah.


Anton juga meminta setiap pergeseran anggaran antarprogram dan perangkat daerah dijelaskan secara rinci, termasuk dasar serta dampaknya terhadap target dan indikator kinerja.


“Setiap peningkatan anggaran harus dapat dijelaskan output dan outcome-nya,” demikian penekanan Fraksi PAN dalam pandangan umum yang disampaikan Anton.


PAN juga menyoroti pembiayaan netto sebesar Rp47 miliar agar digunakan untuk pembangunan prioritas dan tetap memperhatikan keberlanjutan fiskal daerah.


Dalam pandangan umumnya, Fraksi PAN meminta penjelasan mengenai strategi merealisasikan kenaikan pendapatan, potensi PAD yang masih dapat digali, program yang mendapat tambahan anggaran, serta dasar pergeseran anggaran.


Pada prinsipnya, Fraksi PAN mendukung pembahasan Raperda Perubahan APBD 2026 untuk dilanjutkan sesuai ketentuan. Namun, dukungan tersebut disertai penekanan agar pengelolaan anggaran tetap transparan, akuntabel dan berpihak pada kepentingan masyarakat, termasuk kebutuhan pembangunan di tingkat desa. (Sai)




Share:
Komentar

Berita Terkini