Mahasiswa STIKES Sambas Dibekali Edukasi Pengawasan Pemilu

Editor: Admin author photo

Ket : Mahasiswa STIKES Sambas Dibekali Edukasi Pengawasan Pemilu

Kabarsambas.com - Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga diharapkan ikut mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi. Hal itu disampaikan Bawaslu Kabupaten Sambas saat memberikan edukasi kepemiluan kepada mahasiswa baru STIKES Sambas.


Edukasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 di STIKES Sambas. Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas Yesi Mayasanti, S.Pd., M.E., bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Sambas Dr. Henny Yusnita, S.Sos.I., M.Hum., hadir sebagai pemateri.


Keduanya menyampaikan materi bertema “Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Mengawasi Pemilu Mendatang.


Ketua Bawaslu Kabupaten Sambas, Yesi Mayasanti, mengatakan mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari pengawasan pemilu. Dengan kemampuan intelektual yang dimiliki, mahasiswa dinilai dapat ikut membangun kesadaran demokrasi, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat.


“Mahasiswa memiliki peran penting dalam membangun kesadaran demokrasi di lingkungan kampus maupun masyarakat. Partisipasi tersebut dapat diwujudkan dengan ikut mengawasi tahapan pemilu dan menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran,” ujar Yesi.


Ia menegaskan, pengawasan penyelenggaraan pemilu tidak dapat hanya dibebankan kepada Bawaslu. Keterlibatan masyarakat diperlukan untuk memperkuat pengawasan sekaligus mencegah terjadinya berbagai potensi pelanggaran.


Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memahami proses dan tahapan pemilu, semakin besar pula peluang terciptanya penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, transparan dan berintegritas.


Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Sambas Dr. Henny Yusnita mengajak mahasiswa baru STIKES Sambas untuk tidak hanya fokus membangun kompetensi di bidang kesehatan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan demokrasi.


“Mahasiswa dapat menjadi bagian dari pengawasan partisipatif dengan memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, serta ikut menyebarkan informasi kepemiluan yang benar kepada lingkungan sekitarnya,” ungkap Henny.


Ia menilai mahasiswa memiliki lingkungan pergaulan yang luas sehingga dapat menjadi penghubung dalam menyampaikan edukasi kepemiluan kepada masyarakat. Peran tersebut penting untuk membangun budaya demokrasi yang sehat dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda.


Kegiatan PKKMB STIKES Sambas sendiri mengusung tema “Akselerasi Generasi Kesehatan Masa Depan Mewujudkan Karakter Medis yang Berilmu, Beradab, dan Bermartabat”.


Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu berharap mahasiswa baru tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga profesional di bidang kesehatan, tetapi juga tumbuh sebagai warga negara yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kualitas demokrasi.


Bawaslu Kabupaten Sambas terus mendorong pengawasan partisipatif dengan menggandeng berbagai unsur masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas pendidikan kepemiluan sekaligus meningkatkan keterlibatan generasi muda dalam mengawal setiap proses demokrasi. (Sai)

 



Share:
Komentar

Berita Terkini