![]() |
| Ket : Kasus ISPA Sambas Capai 17.782, DPRD Imbau Warga Perketat Jaga Kesehatan |
Kabarsambas.com – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, mencapai 17.782 kasus sepanjang Januari hingga September 2026. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Sambas, Anwari.
Anwari mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan
dan menjaga kesehatan, terutama di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat
kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah
wilayah Sambas.
“Dengan kondisi seperti sekarang, masyarakat harus lebih
memperhatikan kesehatan, terutama kesehatan saluran pernapasan. Jangan menunggu
sakit baru melakukan pencegahan,” kata Anwari.
Anwari juga meminta masyarakat untuk memperhatikan kelompok
rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki kondisi
kesehatan tertentu. Mereka dinilai perlu mendapat perhatian lebih ketika
kualitas udara memburuk.
Berdasarkan laporan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons
(SKDR) Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, sebanyak 17.782 kasus ISPA tercatat
hingga Minggu ke-37 atau periode Januari-September 2026. Angka tersebut
meningkat dibandingkan sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 17.452 kasus.
Tren kasus ISPA juga sempat mengalami peningkatan pada
Minggu ke-35 dan ke-36, masing-masing mencapai 798 kasus, sebelum mengalami
penurunan pada Minggu ke-37.
Anwari menilai tingginya kasus ISPA perlu menjadi perhatian
bersama. Selain upaya pemerintah melalui fasilitas kesehatan, pencegahan juga
harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Pemerintah tentu memiliki tanggung jawab dalam penanganan
dan pencegahan, tetapi masyarakat juga punya peran yang sangat penting. Menjaga
kebersihan lingkungan, memakai masker ketika diperlukan, mengonsumsi makanan
bergizi dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala harus menjadi
perhatian,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh
gejala seperti batuk, pilek, demam maupun sakit tenggorokan, terutama jika
kondisi tersebut berlangsung atau semakin berat.
“Kalau sudah mengalami gejala, jangan dibiarkan. Segera
datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan,”
tutur Anwari.
Menurutnya, peningkatan kasus ISPA menjadi pengingat bahwa
kesehatan masyarakat perlu menjadi perhatian bersama, terlebih ketika Kabupaten
Sambas masih menghadapi persoalan karhutla dan kabut asap.
Anwari berharap koordinasi pemerintah daerah, tenaga
kesehatan dan masyarakat terus diperkuat agar risiko gangguan kesehatan akibat
kondisi lingkungan dapat ditekan.
“Yang paling penting sekarang adalah kewaspadaan dan
pencegahan. Kita berharap masyarakat tetap sehat dan kondisi udara di Sambas
segera membaik,” pungkasnya. (Sai)
