![]() |
| Ket: Jembatan Dusun Pampang Segera Dibangun Permanen, Kades Bantah Perbaikan dari Swadaya Warga |
Kabarsambas.com - Jembatan di Dusun Pampang, Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, segera dibangun secara permanen oleh pihak kontraktor. Pembangunan tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan sekitar 10 hari ke depan.
Sebelum pembangunan dimulai, kontraktor menyiapkan jembatan alternatif sementara untuk memastikan akses lalu lintas masyarakat tetap dapat digunakan selama proses pekerjaan berlangsung.
Kepala Desa Sarang Burung Danau H. Junadi mengatakan penanganan sementara yang dilakukan di jembatan tersebut bukan pembangunan secara swadaya ataupun hasil patungan masyarakat.
Menurutnya, warga bersama sejumlah pekerja kontraktor hanya melakukan gotong royong untuk membuka kembali akses yang terganggu akibat kondisi jembatan yang mengalami kerusakan dan berlubang.
“Yang dilakukan masyarakat itu sebenarnya gotong royong di jembatan Dusun Pampang. Sementara akses lalu lintas tidak dapat dilaksanakan karena ada lubang di jembatan,” ujar Halimras, Sabtu (12/9/2026).
Dalam gotong royong tersebut, masyarakat dan pekerja kontraktor menggunakan sekitar delapan batang pohon kelapa serta sejumlah batu sebagai material untuk membuat jalur sementara.
Material tersebut dibawa menggunakan kendaraan dan dikerjakan secara bersama-sama agar masyarakat kembali dapat melintasi jembatan.
Halimras pun meluruskan informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan perbaikan jembatan dilakukan melalui swadaya atau patungan masyarakat.
“Untuk informasi yang saat ini beredar di dunia maya yang mengatakan itu merupakan swadaya dari masyarakat, itu tidak benar. Sebenarnya jembatan tersebut akan dibangun oleh kontraktor,” tegasnya.
Ia memastikan tidak ada pungutan maupun iuran dari masyarakat untuk pembangunan jembatan tersebut. Seluruh pembiayaan pembangunan jembatan permanen menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.
“Tidak ada sepeser pun iuran dari masyarakat. Itu murni dari kontraktor yang akan segera membangun jembatan secara permanen,” katanya.
Halimras menjelaskan, gotong royong yang dilakukan warga bersama pekerja kontraktor merupakan langkah sementara untuk membuka akses lalu lintas masyarakat sembari menunggu pembangunan jembatan permanen.
“Kita tadi hanya membuka akses lalu lintas. Kemudian ada beberapa pekerja yang memang dari kontraktor yang bersama-sama masyarakat untuk mempermudah jalur akses,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama informasi mengenai pembangunan infrastruktur yang beredar di media sosial.
Menurutnya, informasi yang tidak lengkap dapat menimbulkan persepsi berbeda. Karena itu, masyarakat diimbau melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait sebelum menyebarluaskan informasi.
“Insya Allah jembatan tersebut akan dilaksanakan kemungkinan 10 hari ke depan. Jembatan alternatif sementara sudah disiapkan oleh kontraktor dan akan segera dibangun secara permanen untuk mempermudah akses lalu lintas masyarakat,” pungkasnya. (Sai)
