![]() |
| ket : Jawab Pandangan Fraksi, Pemkab Sambas Fokuskan APBD Perubahan pada Program Prioritas |
Kabarsambas.com - Pemerintah Kabupaten Sambas memastikan perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 disusun dengan mempertimbangkan kondisi riil daerah serta kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi
Djuhardi Alwi saat membacakan jawaban Bupati Sambas atas pandangan umum seluruh
fraksi DPRD Sambas terhadap Raperda Perubahan APBD 2026, Kamis (10/9/2026).
Heroaldi menyampaikan, pemerintah mengapresiasi berbagai
pandangan, masukan dan catatan fraksi sebagai bagian dari fungsi pengawasan
serta kemitraan antara DPRD dan pemerintah daerah.
Dalam perubahan APBD 2026, pendapatan daerah diproyeksikan
meningkat Rp88,97 miliar atau 4,84 persen. Kenaikan tersebut berasal dari
Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp25,16 miliar dan pendapatan transfer
sebesar Rp63,81 miliar.
“Pemerintah daerah akan terus mengoptimalkan dan memantau
realisasi pendapatan agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai hingga
akhir tahun,” kata Heroaldi.
Terkait karhutla dan kondisi musim kemarau, Pemkab Sambas
memastikan penanganan dilakukan secara serius, terpadu dan berkelanjutan.
Koordinasi antara TNI-Polri, BPBD, OPD terkait, pemerintah kecamatan dan desa
serta masyarakat akan terus diperkuat, termasuk dalam perlindungan kesehatan
warga terdampak.
Menjawab sorotan mengenai efisiensi anggaran, Heroaldi
menegaskan efisiensi bukan sekadar memangkas belanja, melainkan memastikan
setiap anggaran digunakan untuk kebutuhan yang benar-benar penting dan
memberikan manfaat kepada masyarakat.
Pemkab juga mendorong optimalisasi PAD melalui pembaruan
data, digitalisasi layanan dan pembayaran, serta penguatan pengawasan tanpa
membebani masyarakat maupun pelaku UMKM.
Sementara itu, belanja daerah akan diarahkan pada program
prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pelayanan publik,
pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Pemerintah menekankan bahwa
keberhasilan APBD tidak hanya diukur dari tingkat serapan, tetapi juga hasil
dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
Heroaldi juga menyampaikan komitmen pemerintah memperkuat
layanan kesehatan, termasuk pelayanan rujukan penyakit jantung dan stroke,
serta pemerataan pembangunan hingga wilayah pesisir, perdesaan dan perbatasan.
“Efisiensi yang berkualitas adalah mengendalikan belanja
yang kurang produktif dan memperkuat anggaran yang memberikan manfaat langsung
bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemkab Sambas berharap pembahasan Raperda Perubahan APBD
2026 dapat terus dilakukan secara terbuka dan konstruktif bersama DPRD demi
mendukung terwujudnya Sambas Berkah Berkemajuan. (Sai)
.jpeg)