Hadapi Ancaman El Nino, Bupati Satono Minta Poktan Petakan Lahan Rawan Puso

Editor: Admin author photo

Ket : Hadapi Ancaman El Nino, Bupati Satono Minta Poktan Petakan Lahan Rawan Puso

Kabarsambas.com  - Bupati Sambas H. Satono, S.Sos.I., M.H., meminta seluruh kelompok tani (poktan) di Kabupaten Sambas segera melakukan pemetaan dan pendataan terhadap lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan hingga gagal panen atau puso akibat fenomena El Nino.

 

Langkah tersebut dinilai penting untuk menentukan strategi penanganan serta memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian di tengah potensi kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.

 

Bupati Satono mengatakan, pemerintah daerah sebelumnya berharap kondisi cuaca pada 2027 dapat mendukung peningkatan produksi pertanian. Namun, kondisi iklim yang tidak menentu membuat pemerintah dan petani harus menyiapkan langkah antisipasi.

 

“Saya berharap sebenarnya Bapak-Ibu, di tahun 2027 itu, kalau tidak terjadi bencana, tidak terjadi iklim El Nino ekstrem, saya berharap produksi kita bisa meningkat,” ujar Satono.

 

Menurutnya, manusia memiliki rencana dan target, tetapi kondisi alam menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan langkah konkret.

 

“Manusia punya visi dan misi, kita punya rencana, tapi Allah uji dengan kemarau. Tapi kita itu kan berakal. Bagaimana kita bisa menyikapi kemarau panjang itu?” katanya.

 

Satono meminta para ketua dan pengurus kelompok tani melakukan identifikasi secara langsung terhadap kondisi sawah di wilayah masing-masing. Pendataan tersebut mencakup luas lahan yang telah ditanami, lahan yang berpotensi kekurangan air, hingga perkiraan luas lahan yang dapat mengalami kekeringan dan puso.

 

“Saya minta segera diidentifikasi, lahan rentan ini akan menjadi puso di mana. Kemudian ambil langkah strategisnya,” tegasnya.

 

Ia juga meminta data tersebut dilengkapi dengan kebutuhan penanganan di lapangan. Setiap kelompok tani diharapkan dapat mengidentifikasi solusi yang paling sesuai, mulai dari pembangunan jaringan irigasi, perpompaan, perpipaan, hingga pembangunan sumur bor.

 

“Berapa luas diperkirakan akan terjadi kekeringan lahan sawahnya? Berapa banyak? Ambil solusinya. Apakah irigasi, perpompaan, perpipaan, sumur bor, atau apa,” jelas Satono.

 

lanjutnya, bupati Satono akan berupaya membantu kebutuhan sarana dan prasarana air apabila hasil identifikasi menunjukkan adanya kebutuhan mendesak, termasuk pembangunan sumur bor di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.

 

“Saya coba nanti usahakan. Kalau butuh sumur bor, nanti saya coba upayakan buatkan sumur bor,” ujarnya.

 

Selain persoalan air, Satono juga menekankan pentingnya menjaga ketahanan pangan daerah. Menurutnya, keberadaan lumbung pangan harus tetap dipertahankan agar ketersediaan pangan tidak tergerus akibat gangguan produksi pertanian.

 

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian untuk memperkuat pendampingan kepada petani, terutama menghadapi ancaman perubahan kondisi cuaca.

 

“Jangan sampai lumbung pangan kita tergerus,” katanya.

 

Satono juga meminta para penyuluh pertanian dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ikut aktif mendampingi petani dalam menghadapi kondisi tersebut.

 

“Saya minta para penyuluh, kemudian HKTI, hadirlah sebagai pendamping para petani. Jangan biarkan para petani berjalan sendiri,” pungkasnya. (Sai)

Share:
Komentar

Berita Terkini