El Nino Mengintai, Pemkab Sambas Siapkan Strategi Lindungi Pertanian

Editor: Admin author photo

ket : El Nino Mengintai, Pemkab Sambas Siapkan Strategi Lindungi Pertanian

Kabarsambas.com - Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino dan perubahan iklim menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sambas. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan dampak terhadap ketersediaan air, lahan pertanian hingga produktivitas tanaman pangan.


Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Pemkab Sambas menggelar Rapat Kerja Antisipasi Dampak El Nino dan Penanggulangan Dampak Perubahan Iklim serta Bencana Kekeringan, Kamis (10/9/2026).


Rapat kerja tersebut melibatkan sejumlah pihak yang berkaitan langsung dengan sektor pertanian, di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Sambas, penyuluh pertanian serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).


Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas, H. Rachmat Robi, mengatakan perubahan iklim merupakan kondisi yang tidak dapat dihindari. Karena itu, pemerintah dan masyarakat perlu menyiapkan kemampuan adaptasi sekaligus memperkecil risiko yang ditimbulkan.


“Perubahan iklim itu tak bisa kita rubah. Yang bisa kita rubah adalah bagaimana risikonya itu bisa kecil, kemudian bagaimana kita bisa beradaptasi terhadapnya,” kata Rachmat Robi.


Menurutnya, menghadapi potensi kekeringan tidak bisa hanya mengandalkan satu pihak. Diperlukan kerja bersama antara pemerintah, organisasi petani, penyuluh dan kelompok tani agar langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.


“Sebenarnya kita bisa membuat satu kolaborasi, sinergitas antarsektor. Kita sekarang punya HKTI, kita punya penyuluh, kita punya Gapoktan dan kita punya dinas yang bisa mengolaborasi rencana-rencana itu,” ujarnya.


Rachmat Robi menjelaskan, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memetakan berbagai potensi persoalan yang dapat muncul ketika musim kemarau berlangsung. Mulai dari ketersediaan air hingga kemungkinan terganggunya produktivitas lahan pertanian.


Ia menilai langkah mitigasi harus dilakukan sebelum dampak kekeringan semakin meluas. Dengan kesiapan sejak awal, pemerintah bersama petani dapat menentukan langkah yang sesuai dengan kondisi di lapangan.


“Bagaimana dengan adanya dampak kemarau ini bisa dimitigasi. Tadi seperti yang disampaikan Pak Bupati, kita bisa beradaptasi, kemudian bagaimana kita bisa siap siaga pada saat ada dampak iklim yang seperti ini,” katanya.


Dalam upaya tersebut, penyuluh pertanian dinilai memiliki peran strategis karena berhubungan langsung dengan petani. Selain menyampaikan informasi, penyuluh juga dapat memberikan pendampingan agar petani mampu menyesuaikan pola dan langkah budidaya dengan kondisi cuaca.


Sementara HKTI dan Gapoktan diharapkan dapat memperkuat komunikasi di tingkat petani. Informasi mengenai kondisi lahan, kebutuhan air maupun potensi gangguan terhadap tanaman dapat disampaikan lebih cepat sehingga pemerintah dapat menentukan respons yang diperlukan.


Sekda menegaskan, penanganan dampak perubahan iklim harus dilakukan secara terpadu. Setiap unsur tidak boleh berjalan sendiri apabila ingin menjaga keberlangsungan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.


“Yang terpenting sekali lagi saya sampaikan, yang terpenting adalah bagaimana lintas sektor ini bisa bekerja maksimal dengan bersama, kolaborasi,” tegasnya.


Ia berharap rapat kerja yang digelar tidak hanya menghasilkan pembahasan, tetapi juga langkah nyata yang dapat diterapkan di lapangan. Terutama dalam menghadapi potensi kekeringan serta menjaga agar produktivitas pertanian tetap berjalan.


Pemkab Sambas juga mendorong komunikasi antara perangkat daerah, penyuluh, organisasi petani dan Gapoktan terus ditingkatkan. Dengan komunikasi yang aktif, setiap perubahan kondisi di lapangan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.


Melalui kesiapsiagaan dan kolaborasi tersebut, pemerintah daerah berharap petani di Kabupaten Sambas semakin mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari menjaga produksi pertanian dan ketahanan pangan daerah di tengah ancaman cuaca ekstrem. (Sai)

Share:
Komentar

Berita Terkini