DPRD Sambas Soroti Karhutla, Ferdinan: Ini Tanggung Jawab Kita Bersama

Editor: Admin author photo

ket : DPRD Sambas Soroti Karhutla, Ferdinan: Ini Tanggung Jawab Kita Bersama

Kabarsambas.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas kembali menjadi perhatian. Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Sambas sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin, S.E., M.E., meminta seluruh elemen masyarakat ikut mengambil peran dalam mencegah munculnya titik api.


Menurut Ferdinan, persoalan karhutla tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah daerah, TNI, Polri maupun petugas pemadam kebakaran. Upaya pencegahan harus dimulai dari kesadaran masyarakat dan kepedulian seluruh pihak.


“Karhutla ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah, aparat, dunia usaha dan masyarakat harus memiliki kepedulian yang sama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegas Ferdinan.


Ia secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi cuaca dan lingkungan yang kering dapat membuat api lebih mudah menjalar dan sulit dikendalikan.


Ferdinan menilai pembakaran lahan secara sengaja tidak hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian yang lebih luas. Asap dari karhutla dapat mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus menurunkan kualitas udara.


Karena itu, ia mendorong masyarakat tidak bersikap pasif apabila menemukan aktivitas pembakaran lahan yang diduga dilakukan secara sengaja.


“Kalau masyarakat melihat ada pembakaran lahan yang disengaja, jangan dibiarkan. Tindak dan laporkan kepada pihak yang berwenang agar bisa segera ditangani,” ujarnya.


Menurutnya, laporan masyarakat sangat penting untuk mempercepat penanganan. Semakin cepat informasi diterima petugas, semakin besar peluang api dapat dikendalikan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.


Namun, Ferdinan mengingatkan warga agar tidak mengambil tindakan yang berisiko membahayakan keselamatan. Masyarakat cukup melaporkan keberadaan titik api atau aktivitas pembakaran kepada aparat dan instansi terkait.


“Jangan menunggu api membesar. Kalau ada indikasi pembakaran lahan, segera informasikan kepada aparat. Pencegahan lebih baik daripada kita harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas,” katanya.


Di sisi lain, Ferdinan menilai pencegahan karhutla juga harus dibarengi dengan edukasi secara berkelanjutan. Pemerintah, aparat, pemerintah desa dan pemangku kepentingan lainnya perlu terus mengingatkan masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan sehari-hari.


Ia berharap koordinasi antarpihak dapat semakin kuat, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, pemadam kebakaran, pemerintah desa hingga masyarakat di tingkat lapangan.


“Semua pihak harus bergerak bersama. Mari kita jaga lingkungan dan wilayah kita. Jangan sampai ada pihak yang dengan sengaja membakar lahan dan kemudian dampaknya harus ditanggung oleh masyarakat luas,” pungkas Ferdinan.


Ferdinan menegaskan, menghadapi karhutla bukan semata-mata soal memadamkan api setelah kebakaran terjadi. Langkah yang jauh lebih penting adalah membangun kepedulian dan kewaspadaan bersama agar kebakaran dapat dicegah sejak awal. (Sai).

Share:
Komentar

Berita Terkini