![]() |
| Ket : Bersama Mendagri Tito Karnavian, Bupati Satono Bahas Percepatan PLBN Temajuk |
Kabarsambas.com - Pemerintah Kabupaten Sambas terus mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di wilayah Temajuk dan Kecamatan Sajingan Besar.
Upaya tersebut dibahas Bupati Sambas H. Satono dalam
pertemuan bersama Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional
Pengelola Perbatasan (BNPP) Tito Karnavian, Selasa (1/9/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Tito Karnavian didampingi
Sekretaris Jenderal Kemendagri Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir dan Sekretaris
Utama BNPP RI Komjen Pol. Makharuzi Rahman.
Salah satu fokus pembahasan adalah percepatan pembangunan
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Temajuk serta penguatan pembangunan kawasan
perbatasan di Temajuk dan Sajingan Besar.
Sebelumnya, akses perlintasan Indonesia-Malaysia melalui PLB
Temajuk dan Pos Lintas Sempadan (PLS) Telok Melano, Sarawak, kembali diaktifkan
melalui soft launching di Desa Temajuk, Jumat (21/8/2026) lalu.
Bupati Sambas H. Satono mengapresiasi pemerintah pusat,
pemerintah provinsi, pemerintah Malaysia dan seluruh pihak yang mendukung
terbukanya kembali jalur tersebut.
Menurut Satono, reaktivasi PLB Temajuk bukan sekadar membuka
akses masyarakat menuju Malaysia, tetapi menjadi langkah awal untuk memperluas
pasar produk unggulan Sambas.
“Ini merupakan start awal, langkah pertama kita Indonesia ke
Malaysia,” ujar Satono.
Ia berharap percepatan pembangunan PLBN Temajuk dapat
semakin membuka konektivitas sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi
masyarakat perbatasan.
Menurut Satono, sektor pertanian, perikanan dan pariwisata
memiliki peluang besar untuk berkembang setelah akses perbatasan kembali
terbuka. Bahkan, Malaysia disebut pernah menunjukkan ketertarikan untuk membeli
beras produksi Sambas.
“Pernah kemarin Malaysia meminta ingin membeli beras kita.
Kita siap,” tegasnya.
Selain perdagangan, potensi wisata Temajuk juga dinilai
dapat dikembangkan lebih maksimal. Keindahan kawasan pesisir Temajuk diyakini
mampu menjadi daya tarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat
setempat.
Satono berharap dukungan pemerintah pusat dan pemerintah
provinsi terus diperkuat, terutama dalam mempercepat pembangunan PLBN Temajuk
agar kawasan perbatasan tidak hanya menjadi jalur perlintasan, tetapi juga
menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Dari start di awal soft launching kali ini bisa
ditingkatkan ke depannya dan bahkan jauh meningkatkan ekonomi rakyat,”
pungkasnya. (Sai)
.jpeg)