8,266 Ton Padi dari 1 Hektare, Petani Serunai Dorong Regenerasi Petani Muda

Editor: Admin author photo

Ket: 8,266 Ton Padi dari 1 Hektare, Petani Serunai Dorong Regenerasi Petani Muda

Kabarsambas.com
- 8,266 ton gabah berhasil dipanen dari lahan seluas satu hektare. Hasil tersebut dicapai Heri, petani asal Desa Serunai, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, menggunakan varietas Inpari 32 dengan sistem tanam jajar legowo.


Namun, di balik hasil panen tersebut, tersimpan perjuangan panjang menghadapi persoalan pengairan.


Kondisi sungai yang relatif kecil membuat kebutuhan air untuk lahan pertanian tidak selalu mudah dipenuhi. Heri harus menggunakan mesin penyedot air dan menunggu waktu air pasang agar kebutuhan sawah dapat tercukupi.


Bahkan, tidak jarang perjuangan itu dimulai sejak dini hari.


“Kadang-kadang jam empat subuh sudah menunggu air pasang,” ujar Heri.


Dalam proses budidayanya, Heri menggunakan mesin transplanter atau mesin tandur serta menerapkan sistem jajar legowo. Pengelolaan air dilakukan dengan sistem pengairan berselang, menyesuaikan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.


Untuk meningkatkan produktivitas dan mempermudah pekerjaan petani, Heri berharap adanya dukungan sarana dan alat pertanian, terutama bantuan mesin pompa air, serta berbagai peralatan penunjang lainnya.


Menurutnya, keberadaan pompa air sangat penting untuk membantu petani mendapatkan pasokan air ketika kondisi sungai tidak memungkinkan. Dukungan alat pertanian juga dapat membantu petani bekerja lebih efektif dan meningkatkan hasil produksi.


Selain bantuan sarana pertanian, Heri berharap pemerintah dapat memperhatikan kondisi sungai melalui normalisasi. Dengan sungai yang lebih baik, akses dan aliran air menuju lahan pertanian diharapkan menjadi lebih mudah.


Kegiatan pembenihan turut mendapat dukungan dari BRMP Kalimantan Barat, bersama para petani di lingkungan sekitar.


Bagi Heri, hasil panen 8,266 ton per hektare menjadi bukti bahwa petani mampu menghasilkan produktivitas tinggi ketika didukung teknologi dan pengelolaan budidaya yang tepat.


Namun, ia berharap perjuangan petani tidak berhenti pada satu musim panen.


Heri juga berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Sambas untuk mendukung pertanian di Desa Serunai. Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan agar seluruh petani dapat terus berkembang, berhasil dalam usaha tani, dan meningkatkan produktivitas.


Perhatian tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui dukungan sarana dan prasarana pertanian, pengairan, bantuan mesin pompa, alat dan mesin pertanian, serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.


“Harapannya pemerintah kabupaten bisa memperhatikan pertanian di Desa Serunai, supaya semua petani bisa berhasil dan meningkatkan produktivitasnya,” harap Heri.


Tak hanya berharap dukungan, Heri juga menyatakan kesiapannya untuk ikut mengambil peran dalam menggerakkan sektor pertanian di Kabupaten Sambas.


Ia bersedia menjadi bagian dari penggerak pertanian, khususnya dalam mendorong generasi muda agar tidak ragu terjun ke dunia pertanian.


Menurutnya, regenerasi petani menjadi hal penting untuk memastikan sektor pertanian Sambas tetap berkembang. Petani muda perlu diberikan ruang untuk belajar, mencoba teknologi pertanian, serta melihat bahwa bertani juga dapat menjadi usaha yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik.


Heri ingin pengalaman yang dimilikinya dapat dibagikan kepada petani lainnya, terutama anak-anak muda yang mulai tertarik dengan dunia pertanian.


“Kalau diperlukan, saya siap ikut menjadi penggerak pertanian di Kabupaten Sambas, khususnya untuk petani-petani muda,” ujarnya.


Bagi Heri, keberhasilan panen 8,266 ton dari satu hektare bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, keterbatasan air, perjuangan menunggu pasang hingga dini hari, serta kemauan untuk terus mencoba teknologi pertanian.


Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi petani lainnya agar tidak berhenti berusaha meningkatkan hasil produksi.


Sebab, bagi petani Desa Serunai, perjuangan tidak selesai ketika panen berakhir. Masih ada harapan untuk memperbaiki pengairan, mendapatkan dukungan alat pertanian, mencetak petani muda, dan menciptakan hasil panen yang lebih baik pada musim berikutnya.


Satu hektare, 8,266 ton gabah. Sebuah hasil yang lahir dari perjuangan panjang seorang petani, sekaligus menjadi semangat untuk menggerakkan pertanian dan menumbuhkan generasi petani muda di Kabupaten Sambas. (Sai)

Share:
Komentar

Berita Terkini