![]() |
| Ket : Setelah Rusak Akibat Proyek Waterfront, Jalan Istana Sambas Kini Dibangun dengan Paving Block |
Kabarsambas.com - Pemerintah Kabupaten Sambas mulai merealisasikan peningkatan Jalan Istana di kawasan Waterfront Sambas, Desa Dalam Kaum, dengan menggunakan paving block. Proyek yang menjadi bagian dari penataan kawasan bersejarah tersebut terlebih dahulu disosialisasikan kepada masyarakat pada Kamis (6/8/2026), sebagai bentuk keterbukaan informasi sekaligus mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan pekerjaan.
Peningkatan jalan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki
kondisi infrastruktur, tetapi juga memperkuat citra kawasan Keraton
Alwatzikhoebillah sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya yang menjadi
kebanggaan Kabupaten Sambas.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan
Lingkungan Hidup Kabupaten Sambas, Daeng Wahyudi Kumbri, SE, mengatakan proyek
tersebut telah direncanakan sejak lama bersama pemerintah daerah.
"Pekerjaan dilaksanakan dengan lebar sekitar 4,5 meter
dan panjang 475 meter. Masa pelaksanaan kurang lebih 120 hari kalender, dimulai
pada 21 Juli hingga 17 Desember 2026," ujarnya.
Menurut Daeng, peningkatan Jalan Istana bertujuan
mempermudah akses masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Keraton
Alwatzikhoebillah, sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata yang
diharapkan berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.
Ia menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan tidak hanya berupa
pemasangan paving block mutu K-300, tetapi juga meliputi penggantian
gorong-gorong yang rusak dengan box culvert serta penguatan pondasi jalan agar
lebih kokoh dan tahan lama.
"Saya berharap masyarakat dapat kembali bersabar selama
proses pengerjaan berlangsung karena hasilnya nanti akan memberikan manfaat
yang lebih besar bagi masyarakat dan kawasan wisata," katanya.
Pangeran Ratu Sambas, Dr. Raden Muhammad Tarhan, S.Pd.,
M.E., mengaku bersyukur karena pembangunan yang telah lama diharapkan
masyarakat akhirnya dapat direalisasikan.
“Alhamdulillah, jalan ini sudah lama menjadi harapan
masyarakat. Semoga dikerjakan dengan baik, berkualitas, dan memberikan
manfaat,” ujarnya.
Camat Sambas, Wiwin, mengajak masyarakat menjaga keamanan,
kebersihan, dan ikut mengawasi pekerjaan. Pembangunan diharapkan membuat
kawasan Waterfront dan Keraton Sambas semakin nyaman, menarik wisatawan, serta
menggerakkan UMKM setempat.
Di sisi lain, warga sekitar menyambut baik dimulainya
peningkatan Jalan Istana. Agus, salah seorang warga, menilai kondisi jalan yang
rusak saat ini merupakan dampak dari aktivitas pengangkutan material saat
pembangunan Waterfront Sambas pada 2023.
"Sebelumnya jalan ini tidak rusak separah sekarang.
Kerusakan terjadi karena kendaraan pengangkut material pembangunan waterfront
sering melintas di jalur darat," katanya.
Menurutnya, apabila pembangunan waterfront kembali
dilanjutkan, pengangkutan material sebaiknya memanfaatkan jalur sungai agar
jalan yang telah diperbaiki tidak kembali mengalami kerusakan.
"Saya mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang
memperbaiki jalan ini. Namun untuk pembangunan waterfront ke depan, sebaiknya
material diangkut melalui jalur sungai agar jalan yang sudah dibangun tidak
cepat rusak lagi," ujarnya.
Agus juga mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu terlihat
adanya tim yang melakukan survei dan analisis kondisi tanah di tepian sungai.
Ia menduga kegiatan tersebut merupakan bagian dari persiapan pembangunan
lanjutan Waterfront Sambas yang direncanakan berlangsung pada 2027.
Rencana melanjutkan pembangunan Waterfront Sambas sendiri
sebelumnya telah ditegaskan Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, saat
berkunjung ke Keraton Sambas pada April 2025.
Saat itu, Norsan menyampaikan bahwa proyek waterfront tetap
menjadi prioritas meskipun pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran.
"Kita tetap programkan. Target saya, 2027 kawasan ini
sudah tertata rapi dan bisa dinikmati masyarakat," ujarnya.
.jpg)