2.318 Hektare Lahan Terbakar di Sambas, BPBD: Sumber Air Jadi Kendala Utama

Editor: Admin author photo

ket : 2.318 Hektare Lahan Terbakar di Sambas, BPBD: Sumber Air Jadi Kendala Utama

Kabarsambas.com  - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sambas terus menjadi perhatian. Hingga 23 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 2.318,88 hektare.


Data tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas, Awlindo, S.T., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Karhutla Kabupaten Sambas, Senin (24/8/2026).


Meski angkanya masih di bawah total luas karhutla sepanjang 2025 yang mencapai 5.004,3 hektare, kondisi saat ini dinilai tetap mengkhawatirkan. Sebab, kebakaran terjadi di sejumlah lokasi dalam waktu bersamaan, bahkan beberapa titik mulai mendekati kawasan permukiman.


“Dari 1 Januari sampai 23 Agustus 2026, luas total lahan terbakar mencapai sekitar 2.318 hektare. Memang masih di bawah angka tahun 2025, tetapi kondisi sekarang perlu menjadi perhatian karena beberapa titik kebakaran terjadi secara bersamaan dan sebagian mendekati kawasan permukiman,” ujar Awlindo.


Selain luasan lahan terbakar, BPBD Sambas juga mencatat 1.303 titik panas atau hotspot selama periode Januari hingga 23 Agustus 2026.


Kecamatan Paloh menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 313 titik. Selanjutnya Kecamatan Selakau dengan 212 titik dan Sajingan Besar sebanyak 129 titik.


Sejumlah wilayah yang terdampak karhutla antara lain Desa Sungai Baru, Sungai Kupai, Serang Burung Danau, Serang Burung Kolam dan Tanah Hitam.


Namun, proses pemadaman di lapangan masih menghadapi persoalan serius, terutama keterbatasan sumber air. Jarak sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran membuat petugas kesulitan melakukan pemadaman secara maksimal.


“Sumber air menjadi kendala utama. Kalau ada sumber air, pemadaman bisa dilakukan dengan maksimal. Tetapi di beberapa lokasi, air sangat minim bahkan tidak tersedia. Ini yang menyebabkan pemadaman menjadi sulit,” katanya.


BPBD Sambas saat ini mengandalkan kolaborasi lintas sektor dalam menangani karhutla. Personel TNI, Polri, KPH, Manggala Agni, pemerintah kecamatan dan desa, Masyarakat Peduli Api (MPA), perusahaan serta unsur terkait lainnya turut dilibatkan.


Meski demikian, keterbatasan personel dan peralatan masih menjadi tantangan.


Awlindo menyebut sekitar 315 personel gabungan telah disiagakan untuk penanganan karhutla. Sementara itu, jumlah mesin pompa jinjing yang tersedia hanya sekitar 68 unit.


“Untuk mesin pompa jinjing secara keseluruhan hanya sekitar 68 unit, sedangkan luas lahan yang terbakar sudah lebih dari 2.000 hektare. APD dan kendaraan operasional juga masih terbatas. Karena itu, kami membutuhkan dukungan tambahan peralatan dan sumber daya,” ungkapnya.


BPBD Sambas juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, termasuk untuk mendapatkan dukungan water pumping serta pelaksanaan modifikasi cuaca. Namun, hujan yang turun belum merata di wilayah yang terdampak kebakaran.


Di tengah kondisi tersebut, BPBD terus melakukan kaji cepat untuk menentukan apakah status siaga darurat karhutla masih cukup untuk menghadapi perkembangan situasi.


“Kami akan terus melakukan kaji cepat terhadap kondisi terkini. Apabila hasil kaji cepat menunjukkan kapasitas penanganan yang ada sudah tidak lagi memadai terhadap perkembangan situasi, maka peningkatan status menjadi tanggap darurat dapat direkomendasikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelas Awlindo.


Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga deteksi dini dan perlindungan masyarakat.


Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak dan lansia menjadi perhatian utama, khususnya di wilayah yang kualitas udaranya memburuk dan jarak pandang mulai menurun.


“Fokus kita adalah deteksi dini, respons cepat, pemadaman tuntas dan perlindungan masyarakat. Kelompok rentan seperti bayi, anak-anak dan lansia harus menjadi perhatian, terutama di wilayah yang kualitas udaranya sudah memburuk,” pungkasnya. (Sai)

Share:
Komentar

Berita Terkini