![]() |
| Ket : Pertalite di Pom Mini Sambas Tembus Rp13 Ribu per Liter, Warga Keluhkan Beban Bertambah |
Kabarsambas.com - Kenaikan harga Pertalite di sejumlah pom mini atau pengecer bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan masyarakat Kabupaten Sambas. Jika sebelumnya dijual sekitar Rp12 ribu per liter, kini harga Pertalite eceran di banyak lokasi telah menyentuh Rp13 ribu per liter.
Kenaikan tersebut dilaporkan terjadi di beberapa kecamatan,
di antaranya Sambas, Tebas, Sajad, hingga Sejangkung. Meski hanya naik Rp1.000
per liter, bagi sebagian warga selisih itu dinilai cukup memengaruhi
pengeluaran harian.
Ramudi, warga Kecamatan Sajad, mengaku terkejut saat membeli
Pertalite di salah satu pengecer di Kecamatan Sambas. Ia tidak menyangka harga
yang selama ini bertahan di angka Rp12 ribu per liter kini telah berubah.
"Hari ini beli Pertalite, ternyata sudah Rp13 ribu per
liter. Biasanya masih Rp12 ribu," ujarnya.
Awalnya ia mengira kenaikan itu hanya terjadi di satu
tempat. Namun setelah mengecek beberapa pengecer di Kecamatan Sajad, ia
mendapati harga yang sama. Bahkan, menurut informasi yang diterimanya, kondisi
serupa juga terjadi di Kecamatan Tebas.
"Di Tebas juga sudah naik. Sekarang kebanyakan pengecer
menjual Rp13 ribu per liter," katanya.
Kenaikan harga tersebut membuat Ramudi memilih membeli
Pertalite langsung di SPBU setiap kali memiliki keperluan ke Kota Sambas.
Langkah itu diambil karena di Kecamatan Sajad, tempat tinggalnya, hingga kini
belum tersedia SPBU.
Baginya, membeli BBM langsung di SPBU jauh lebih hemat
dibandingkan membeli di pengecer.
"Kalau beli tiga liter saja, selisihnya sudah lebih
dari Rp9 ribu. Lumayan, kalau seminggu dua kali isi di SPBU, uang lebihnya bisa
dipakai beli gula satu kilogram," tuturnya.
Keluhan serupa disampaikan Hertan, warga Kecamatan Sambas.
Ia mengatakan sebagian besar pengecer di wilayahnya sudah menjual Pertalite
seharga Rp13 ribu per liter sejak sekitar dua pekan terakhir.
"Sudah sekitar dua minggu ini harganya Rp13 ribu per
liter," katanya.
