![]() |
| Ket : Bupati Satono Dorong Sinergi Daerah Kendalikan Inflasi dan Amankan Pasokan Pangan |
Kabarsambas.com - Pemerintah Kabupaten Sambas menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sambas H. Satono saat menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 yang digelar di Aula Keriang Bandong, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan yang dibuka Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan
itu dihadiri para bupati dan wali kota se-Kalimantan Barat bersama jajaran Bank
Indonesia serta instansi terkait yang tergabung dalam TPID.
Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menekankan pentingnya
keterlibatan seluruh kepala daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan
pokok. Menurutnya, pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama karena
berkaitan langsung dengan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kehadiran para kepala daerah menjadi wujud komitmen
bersama dalam menjaga stabilitas harga, khususnya harga kebutuhan pokok yang
berpengaruh langsung terhadap daya beli dan perekonomian masyarakat,"
ujarnya.
Sementara itu, Bupati Sambas H. Satono mengatakan Pemerintah
Kabupaten Sambas akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk
memastikan pengendalian inflasi berjalan efektif. Upaya tersebut dilakukan
melalui pemantauan harga kebutuhan pokok, penguatan distribusi barang, hingga
menjaga ketersediaan pasokan pangan di daerah.
Menurut Satono, High Level Meeting TPID menjadi wadah
strategis bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan langkah bersama Bank
Indonesia dan para pemangku kepentingan dalam menghadapi berbagai tantangan
ekonomi.
"Forum ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi
antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan instansi terkait dalam merumuskan
langkah pengendalian inflasi di Kalimantan Barat," katanya.
Ia menambahkan, sinergi tersebut diperlukan sebagai langkah
antisipatif terhadap potensi kenaikan harga maupun gangguan distribusi,
terutama menjelang periode-periode tertentu yang biasanya diiringi peningkatan
permintaan masyarakat.
Pemkab Sambas, lanjut Satono, juga berkomitmen memastikan
kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan distribusi yang lancar
sehingga harga di tingkat konsumen dapat terjaga.
Melalui kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah
daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,
diharapkan stabilitas harga dapat dipertahankan, daya beli masyarakat tetap
terjaga, serta pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten
Sambas, semakin kuat. (Sai)
.jpg)