![]() |
| Ket : Banggar DPRD Sambas Minta Pemkab Tingkatkan PAD dan Percepat Penyerapan Anggaran |
Kabarsambas.com - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sambas memberikan sejumlah rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Sambas dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
Juru Bicara Banggar DPRD Kabupaten Sambas, Rahmadi,
menyampaikan realisasi pendapatan daerah tahun 2025 mencapai Rp2,07 triliun
atau 97,74 persen, sedangkan belanja daerah terealisasi Rp2,05 triliun atau
92,84 persen dari total anggaran Rp2,21 triliun. Sementara realisasi pembiayaan
daerah tercatat minus Rp13,95 miliar,
Rahmadi mengatakan Banggar mengapresiasi Pemerintah
Kabupaten Sambas yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari
BPK RI atas laporan keuangan tahun 2025. Namun, menurutnya capaian tersebut
tidak berarti pengelolaan keuangan daerah telah sempurna.
"Catatan dan rekomendasi BPK harus segera
ditindaklanjuti sebagai bentuk komitmen memperkuat akuntabilitas dan tata
kelola keuangan daerah," ujarnya.
Dalam laporannya, Banggar mendorong pemerintah daerah
mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui perbaikan basis data wajib
pajak, digitalisasi pelayanan pajak dan retribusi, peningkatan pengawasan,
optimalisasi penerimaan BPHTB, serta pemanfaatan teknologi pembayaran digital.
Selain itu, Banggar juga meminta pemerintah memaksimalkan
pemanfaatan aset daerah yang belum produktif, mengkaji pembentukan BUMD baru
berbasis potensi daerah, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik guna
mendongkrak pendapatan dari sektor retribusi.
Di sisi belanja daerah, Banggar merekomendasikan peningkatan
belanja modal, khususnya pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, serta
mendorong perangkat daerah agar lebih disiplin dalam menyerap anggaran sehingga
tidak terjadi penumpukan realisasi pada akhir tahun.
Rahmadi juga menyoroti meningkatnya Sisa Lebih Perhitungan
Anggaran (SiLPA) tahun 2025. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memperbaiki
sistem perencanaan dan pelaksanaan program agar pelaksanaan kegiatan lebih
efektif.
"Di tengah tantangan fiskal akibat kondisi ekonomi
global, pemerintah daerah perlu terus berinovasi menggali sumber-sumber
pendapatan baru serta segera menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK demi
mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang semakin baik," Pungkasnya.
(Sai)
.jpeg)