Wamendagri Akhmad Wiyagus Buka Seminar Internasional Da’i di Sambas, Soroti Peran Strategis Wilayah Perbatasan

Editor: Admin author photo

Ket: Wamendagri Akhmad Wiyagus Buka Seminar Internasional Da’i di Sambas, Soroti Peran Strategis Wilayah Perbatasan

Kabarsambas.com - Kabupaten Sambas kembali menjadi pusat perhatian dalam forum lintas negara. Kali ini, Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, secara resmi membuka Seminar Internasional dan Upgrading Da’i yang digelar oleh PARMUSI Wilayah Kalimantan Barat.


Kegiatan tersebut menghadirkan peserta dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, Thailand, serta Singapura. Forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan sekaligus penguatan peran dakwah di tengah dinamika global.


Dalam sambutannya, Wamendagri menegaskan bahwa wilayah perbatasan seperti Sambas memiliki posisi strategis sebagai representasi Indonesia di mata internasional. Ia menyebut, citra yang terlihat di daerah perbatasan akan membentuk persepsi dunia terhadap negara.


“Wilayah seperti Sambas bukan sekadar daerah terluar, tetapi juga wajah bangsa. Apa yang terlihat di sini akan menjadi penilaian bagi Indonesia secara keseluruhan,” ujarnya.


Ia memaparkan bahwa ketahanan nasional di kawasan perbatasan tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup kondisi sosial, ekonomi, hingga demografi. Dengan jumlah penduduk yang cukup besar, Sambas dinilai memiliki potensi signifikan dalam memperkuat fondasi ketahanan nasional.


Lebih jauh, Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari agenda prioritas pemerintah. Hal ini sejalan dengan visi besar pembangunan nasional, yang diwujudkan melalui berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, hingga layanan kesehatan gratis.


Menurutnya, pembangunan wilayah perbatasan tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan keamanan semata. Diperlukan ekosistem masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing tinggi agar tidak mudah terpengaruh oleh arus global yang tidak selaras dengan nilai kebangsaan.


“Kita harus memastikan masyarakat perbatasan kuat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara ideologi dan ekonomi,” tegasnya.


Dalam konteks tersebut, ia menilai peran da’i sangat penting, terutama dalam menjaga stabilitas sosial dan nilai-nilai kebangsaan. Da’i diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan semata.


“Da’i saat ini harus menjadi agen perubahan—tidak hanya menyampaikan pesan agama, tetapi juga memperkuat ketahanan masyarakat dan membangun kesadaran kebangsaan,” ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap para da’i dapat mengintegrasikan pesan-pesan kebangsaan dalam setiap dakwahnya, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kedaulatan wilayah, memperkuat ekonomi lokal, serta menyaring pengaruh ideologi asing.


Di akhir sambutannya, Wamendagri menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk terus mendorong pembangunan di wilayah perbatasan, termasuk di Sambas. Ia juga berharap forum internasional ini dapat melahirkan rekomendasi nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Kita ingin masyarakat perbatasan tidak hanya religius, tetapi juga tangguh dan siap bersaing dalam menghadapi tantangan global,” pungkasnya. (Sai) 

Share:
Komentar

Berita Terkini