Pembinaan Usia Dini Jadi Kunci Pengembangan Sepak Bola Sambas

Editor: Admin author photo

Ket: Pembinaan Usia Dini Jadi Kunci Pengembangan Sepak Bola Sambas

Kabarsambas.com - Anggota DPRD Kabupaten Sambas dari Fraksi PKS, Rudy, menekankan pentingnya pembinaan bakat sepak bola sejak usia dini sebagai fondasi utama dalam mencetak atlet berprestasi di masa depan.


Menurutnya, pembinaan anak sejak usia 6 hingga 14 tahun merupakan tahapan krusial dalam pengembangan kemampuan dasar dan karakter pemain. Ia juga menyampaikan hal tersebut di sela-sela aktivitasnya sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sambas beberapa waktu lalu. Ia menilai sepak bola merupakan olahraga yang sangat populer, tidak hanya di tingkat nasional dan internasional, tetapi juga hingga ke pelosok desa.


“Sepak bola sudah menjadi olahraga rakyat. Kabupaten Sambas memiliki 195 desa dengan jumlah penduduk yang besar. Ini merupakan potensi emas untuk melahirkan bakat-bakat unggul sepak bola,” ujar Rudy yang juga merupakan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sambas.


Menurutnya, pembinaan sepak bola usia dini sangat penting untuk membentuk kemampuan teknik dasar seperti passing, dribbling, dan shooting, sekaligus menanamkan nilai disiplin, kerja sama, dan sportivitas. Peran Sekolah Sepak Bola (SSB) dinilai sangat strategis dalam proses tersebut.


“Saat ini kita melihat di Kabupaten Sambas sudah banyak berdiri Sekolah Sepak Bola. Ini menjadi tanda positif dan menumbuhkan gairah perkembangan sepak bola daerah,” jelasnya.


Rudy berharap, keberadaan SSB dapat didukung dengan program pembinaan yang terstruktur, kehadiran pelatih berlisensi, serta kompetisi usia berjenjang yang berkelanjutan. Menurutnya, turnamen usia dini dan remaja merupakan sarana penting untuk mengukur kemampuan serta mental bertanding anak-anak.


“Atas nama wakil rakyat, saya mengapresiasi para pecinta dan penghobi sepak bola di Sambas yang aktif menggelar turnamen usia berjenjang, mulai dari usia 8, 9, hingga belasan tahun. Ini langkah penting dalam mencetak bibit unggul sepak bola Sambas,” ungkap Rudy yang juga dikenal sebagai pemilik Klub Sepak Bola Pulau Indah.


Ia berharap, semakin banyak turnamen usia dini yang digelar, maka semakin besar peluang lahirnya pemain-pemain berbakat yang mampu bersaing di level yang lebih tinggi.


Sementara itu, Pelatih SSB Damos Sambas, Fahrizan, turut sependapat mengenai pentingnya pembinaan sepak bola sejak usia dini. Menurutnya, aktivitas olahraga sangat dibutuhkan anak-anak di tengah maraknya penggunaan gawai.


“Banyak orang tua menitipkan anaknya ke sekolah olahraga, khususnya SSB, agar anak memiliki kegiatan positif di luar rumah. Saat ini, anak-anak sudah sangat dekat dengan handphone, sehingga olahraga menjadi alternatif yang sangat baik,” ujar Fahrizan yang akrab disapa Coach Anjang.


Ia menambahkan, melalui SSB, anak-anak tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga diajarkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan pola hidup sehat.


“Visi kami sejalan dengan keinginan para orang tua. Kami ingin anak-anak memiliki aktivitas positif, sekaligus berharap ke depan dapat melahirkan bakat-bakat unggul sepak bola dari Kabupaten Sambas,” tutupnya. (Sai) 

Share:
Komentar

Berita Terkini