![]() |
| Ket: Kades Matang Danau Ungkap Abrasi Pantai Semakin Mengkhawatirkan |
Kabarsambas.com - Abrasi pantai di Desa Matang Danau, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas, semakin mengkhawatirkan. Kepala Desa Matang Danau, Halipi, mengungkapkan bahwa jarak antara bibir pantai dan badan jalan saat ini hanya tersisa sekitar empat meter, akibat terus tergerus gelombang laut dari tahun ke tahun.
Halipi menjelaskan, kondisi tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya jarak antara pantai dan jalan masih mencapai delapan meter, kini daratan semakin menyempit akibat abrasi yang terus terjadi.
“Pada tahun-tahun sebelumnya jarak pantai dengan jalan masih sekitar delapan meter, namun tahun ini diperkirakan hanya tinggal empat meter saja. Hal ini disebabkan oleh abrasi gelombang laut yang terus mengikis daratan,” ujar Halipi, Rabu (14/01/2025).
Ia menambahkan, abrasi yang terjadi setiap tahun tidak hanya mengancam badan jalan, tetapi juga berdampak langsung terhadap jembatan penghubung yang menjadi akses utama masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut semakin berbahaya terutama saat terjadi pasang air laut.
“Setiap tahunnya daratan selalu terkikis oleh air laut, sehingga jembatan juga ikut terdampak. Bahkan saat air pasang besar, jembatan bisa terendam dan gelombang laut menghantam warga yang sedang melintas,” ungkapnya.
Halipi menegaskan bahwa jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Kecamatan Tangaran dan Kecamatan Paloh. Infrastruktur itu menjadi akses vital bagi mobilitas masyarakat, termasuk untuk aktivitas pendidikan, perekonomian, serta pelayanan sosial lainnya.
“Jembatan ini merupakan penghubung antara Kecamatan Tangaran dan Kecamatan Paloh, dan menjadi akses utama masyarakat. Harapan kami, jembatan ini dapat segera diperbaiki dan pantai mendapatkan perlindungan, demi kelancaran aktivitas masyarakat, pendidikan, dan roda ekonomi warga,” harapnya.
Pemerintah desa berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera melakukan penanganan abrasi dan perbaikan infrastruktur sebelum kondisi semakin parah dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. (Sai)
