![]() |
Ket: Sembahyang Kubur sebagai Penghormatan kepada Leluhur |
Kabarsambas.com - Sejumlah warga Tionghoa yang merantau di luar Kalimantan Barat kembali ke kampung halaman mereka di Kabupaten Sambas untuk melaksanakan Sembahyang Kubur.
sebuah tradisi penghormatan kepada orang tua, keluarga, atau leluhur yang telah meninggal dunia. Budianto, salah seorang warga Sambas yang kini menetap dan sukses di Jakarta, menyempatkan diri untuk pulang demi mengikuti tradisi ini.
"Saya pulang ke Sambas khusus untuk melaksanakan Sembahyang Kubur," ujarnya, Rabu (26/3/2025).
Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Yakob Pujana, yang juga merupakan tokoh masyarakat, menjelaskan bahwa banyak warga Sambas yang kini tinggal di luar Kalimantan Barat tetap mempertahankan tradisi ini.
"Biasanya mereka datang ke pemakaman keluarga atau leluhur untuk membersihkan kuburan dan memanjatkan doa. Ini adalah bentuk penghormatan dan bakti kepada orang tua serta leluhur," katanya.
Selain sebagai momen spiritual, Sembahyang Kubur juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi.
"Mereka yang pulang biasanya juga menyempatkan waktu untuk bertemu dengan saudara atau teman lama, karena momen ini sekaligus menjadi kesempatan untuk berkumpul kembali," tambah Yakob.
Sembahyang Kubur pertama di tahun ini berlangsung mulai 11 Maret hingga 4 April 2025, bertepatan setelah perayaan Imlek. Tradisi ini dilaksanakan dua kali dalam setahun, dengan pelaksanaan kedua dijadwalkan pada bulan Juli.
Rangkaian sembahyang biasanya dilakukan selama 15 hari, di mana keluarga akan datang ke makam leluhur mereka, membersihkannya, serta membawa persembahan sebagai bentuk penghormatan. Tradisi ini tidak hanya menjadi wujud penghormatan kepada leluhur, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan dan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. (Sai)