2024 Lampion Terangi Imlek 2575 di kota Sambas

Editor: Admin author photo

Ket: Sebanyak 2024 buah lampion warnai perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili di Kecamatan Sambas


Kabarsambas.com - Sebanyak 2024 buah lampion warnai perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili di Kecamatan Sambas. 


Wakil Ketua Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Sambas Fraksi PKB Yakob Pujana mengatakan perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili disimbolkan dengan Shio Naga Kayu. 


"Imlek tahun ini adalah Shio Naga Kayu. Menurut astrologi Cina, Naga melambangkan kekuatan, kehormatan, keluhuran, kesuksesan. Kombinasi naga dan kayu akan membentuk keharmonisan, peningkatan dan kelimpahan yang baik di segala aspek kehidupan," jelasnya. Jumat, (9/2/2024). 


Tahun Baru Imlek bagi orang Tionghoa merupakan lambang kegembiraan dan kehangatan yang mengandung konsep mempedulikan keluarga, menghormati orang tua, mengasihi anak dan mementingkan kerukunan, persatuan, dan keharmonisan. 


Dirinya ini mengatakan sudah tidak sabar menanti Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili dan sudah melakukan berbagai persiapan menyambut hari raya Imlek. 


"Tentunya menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili kami melakukan bersih-bersih rumah, menghias rumah dengan pernak-pernik warna merah seperti lampion, membeli pakaian baru, menyiapkan kue-kue dan makanan lainnya untuk persiapan menerima tamu-tamu yang akan berkunjung di hari raya imlek nanti," kata Yakob yang juga anggota DPRD Kabupaten Sambas. 


Meski dilaksanakan dengan sederhana, tetap ada acara seni budaya untuk memeriahkan perayaan tahun baru tersebut. 


"Diusahakan tetap diadakan pemasangan lampion di kompleks pasar dan rumah-rumah diadakan acara seni budaya yang berisi barongsai, tarian tradisionil Tionghoa, nyanyian-nyanyian mandarin, peragaan alat-alat musik Tionghoa," Ujarnya. 


Yakob menuturkan biasanya agenda tahunan sebelum beberapa hari H Imlek tetap diadakan acara yang bernuansa Imlek hanya karena tahun ini berdekatan dengan Pemilu 2024 maka, acara kapal hias di malam hari ditunda hingga Bulan Juli 2024. 


Dihimbau kepada masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek kiranya dapat dirayakan secara sederhana karena situasi politik dan kondisi ekonomi yg tidak baik-baik saja.


"Kedepankan sikap saling menghormati dan menghargai antara sesama pemeluk agama dan sesama suku," Pungkasnya. (Sai)

Share:
Komentar

Berita Terkini