Dewan Minta Perhatikan Kasus Gagal Ginjal Di Sambas

Editor: Admin author photo

Ket : Bagus Setiadi 

Kabarsambas.com - Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Bagus Setiadi meminta agar pemerintah Sambas melalui instansi terkait waspada terhadap kasus gagal ginjal akut pada anak-anak.


“Ini menjadi ketakutan para orang tua, kasus gagal ginjal akut jangan sampai terjadi terhadap anak-anak di Kabupaten Sambas juga,” ungkapnya, Senin (9/11/2022).


Karena itu kata Bagus Setiadi, pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mesti mengambil Langkah strategis yang diperlukan untuk mencegah kasus yang telah merenggut nyawa sekitar 118 anak tersebut.


“Kita adalah para orang tua yang khawatir, kita mendoakan agar anak-anak yang terkena penyakit tersebut agar bisa segera disembuhkan, apalagi terakhir saya dengar sudah 118 anak di Indonesia meninggal karena penyakit tersebut,” ujarnya.


“Pastinya Dinas terkait telah mengambil Langkah tertentu, namun kita juga menyarankan agar Rumah Sakit segera mendatangkan obat yang katanya bisa untuk mengobati penyakit tersebut, kata Menteri Kesehatan ada obatnya dari Singapura,” katanya.


Langkah selanjutnya Kata Politisi PKB tersebut adalah melakukan razia di toko obat, apotek serta ritel yang menjual obat-obatan.


“Karena kami belum melihat adanya pengumuman resmi dari pemerintah di berbagai tempat terkait obat apa saja yang dilarang untuk dikonsumsi demi menghindari kasus gagal ginjal akut pada anak, kalaupun sudah ada belum tentu juga seluruh masyarakat sudah tahu, karena itu ada baiknya merazia tempat-tempat yang menjual obat-obatan, tak hanya apotek namun juga toko obat biasa sampai supermarket, ritel dan lainnya,” ucapnya.


Dia juga meminta agar pasien anak dengan ciri penyakit tersebut untuk diberikan pelayanan khusus di rumah Sakit.

“Ini juga mesti dilakukan, termasuk itu pembiayaan kita harap anak dengan ciri penyakit gagal ginjal akut ditangani secara khusus dan bebas dari pembiayaan apapun saat berobat di Rumah Sakit,” pungkasnya. (Sai)

Share:
Komentar

Berita Terkini