-->

Bupati Satono: Mari Sukseskan Gerakan Sambas Berzakat

Editor: Admin author photo

Bupati Sambas Satono saat menyerahkan zakat kepada warga yang membutuhkan. Senin (13/6/2022)

Kabarsambas.com-Guna memaksimalkan potensi zakat di Kabupaten Sambas. Bupati Satono mengajak masyarakat Kabupaten Sambas untuk mendukung dan mensukseskan gerakan Sambas Berzakat. 


"Kabupaten Sambas adalah wilayah yang potensi zakatnya sangat besar karena mayoritas masyarakatnya beragama Islam. Lebih dari 80 persen populasi penduduk Kabupaten Sambas beragama Islam. Bayangkan berapa potensi zakatnya setiap bulan," katanya.


Selain Bupati Satono turut hadir dalam acara yang mengangkat tema Optimalisasi Membangun Kemandirian Ummat Melalui Unit Pengumpul Zakat juga dihadiri Sekertaris Daerah Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar,  di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Senin (11/6/2022).



Bupati Satono mengungkapkan, berdasarkan data Baznas Kabupaten Sambas, potensi zakat yang terkumpul setiap tahun mencapai Rp.4 miliar. Itu adalah zakat se-Kabupaten Sambas. Padahal kata dia, angka itu belum maksimal, masih banyak yang tidak membayar zakat ke Baznas.


"Besarnya potensi dana zakat itu tidak hanya untuk diberikan kepada fakir miskin saja. Tapi bagaimana kita mengembangkan potensi dana zakat tersebut, agar dampak manfaatnya lebih luas. Lebih besar manfaatnya untuk kaum duafa dan umat Islam secara luas," katanya.


Bupati Satono berpendapat, tidak salah jika Baznas mulai merencanakan bagaimana dana zakat digunakan untuk membantu pembangunan di daerah. Misalnya lewat program bedah rumah, bangun jembatan dan sebagainya. Walaupun secara garis besar sasarannya adalah fakir miskin.


"Saya belum setahun menjabat Bupati Sambas, sudah bisa membangun 25 jembatan dengan Tim Sosial Bakmie Loncat, dananya Non APBD. Tidak menggunakan uang negara atau uang masyarakat, murni dari donatur," katanya.


Bupati Satono mengatakan, jika umat Islam di Kabupaten Sambas mampu menghimpun dana zakat yang ada, maka Baznas bisa membangun sekolah Islam yang akan menjadi pusat pendidikan dakwah yang mumpuni.


"Bukan lagi tas sekolah, bukan lagi paket sembako yang diberikan. Kalau itu mampu diwujudkan, kita mungkin bisa membangun sekolah," pungkasnya. (Sai)

Share:
Komentar

Berita Terkini