-->


Manfaatkan Lahan Tidur, Desa Pusaka Tebas Sukses Budidaya Padi dan ikan

Editor: Admin author photo

Ket: Kelompok Usaha bersama (Kube) desa pusaka Kecamatan Tebas saat mengelola lahan tidur. Rabu (1/12/2021)

Kabarsambas.com
-Manfaatkan lahan desa yang tidur. Kades pusaka Kecamatan Tebas melibatkan masyarakat desa untuk membentuk kelompok usaha bersama (Kube) bidang pertanian dan Perikanan.


Kepala desa Pusaka kecamatan Tebas kabupaten Sambas, Elpani mengatakan usaha bersama ini dikerjakan oleh masyarakat setempat dengan memanfaatka lahan tidur yang semula berupa semak belukar dan hanya ditumbuhi rumput yang tinggi, saat ini telah terlihat hijau oleh tanaman padi yang sudah mulai mengeluarkan bakal buah padi.


Elpani mengatakan lahan, yang semula lahan tidur di RT 20 desa Pusaka. Awalnya merupakan lahan milik desa yang terbiar, sehingga hanya ditumbuhi rumput dan semak yang tinggi.


"Lahan tidur tersebut merupakan lahan milik desa yang sudah lebih dari 20 tahun tidak dikelola, dan melihat itu kita menggagas untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian untuk ditanami padi," kata Elpani, Rabu (1/12/2021).


Hasilnya tanaman padi yang ditanam beberapa bulan lalu sudah terlihat hijau dan menampakan hasil.


"Sekarang tinggal menunggu waktu panen, dan Alhamdulillah sudah menampakkan sebuah harapan baru berkemajuan. Dengan lahan yang semula lahan tidur, saat ini sudah menghijau menjadi hamparan tanaman padi jenis Infari 36 dan menyejukkan mata bagi yang melihat lahan tersebut," kata Elpani.


"Dari lahan yang semula lahan tidur, saat ini sudah bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat desa Pusaka," tambahnya.


Dengan potensi pertanian yang terdapat didesa Pusaka, Kades Elpani juga berharap dukungan pemerintah kabupaten Sambas khususnya dari Dinas Pertanian dan ketahanan pangan kabupaten Sambas.


"Atas upaya yang telah kami lakukan, kami membutuhkan perhatian yang serius dari pemerintah. Terutama terkait tentang tata kelola irigasi, kami berharap pemerintah memberikan dukungan berupa bantuan pipanisasi untuk jangka pendek," katanya.


"Tentu  dengan adanya pipanisasi akan sangat berguna bagi petani kami, karena petani kami saat ini masih mengandalkan air hujan dalam mengelola lahan pertanian," ungkapnya.


Dikemukakan oleh Elpani, bidang perikanan yang juga di laksanakan dengan memelihara ikan karamba oleh Kube di desa Pusaka. Saat ini sudah menampakkan hasil dan telah menjadi lapangan pekerjaan bagi pelaksananya.


"Usaha ikan karamba kita, sekarang ikanya sudah di pasarkan oleh anggota Kube dengan cara jualan ikan keliling dan juga melalui pemasaran online," terang Elpani.


"Meski belum dalam jumlah yang besar, tapi setidaknya mampu menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat. Dan yang awalnya hanya memiliki 6 karamba, sekarang telah menjadi 12 karamba dengan 2 kolam didarat," Pungkasnya. (Sai)

Share:
Komentar

Berita Terkini