Mesjid 1001 Kubah, Sambas Siap Ukir Sejarah

Editor: Admin author photo

Ket: Bupati Sambas H Satono saat menerima silaturahmi panitia pembangunan mesjid 1001 Kubah. Selasa malam (7/9/2021)

Kabarsambas.com
-Panitia pembangunan Masjid 1001 Kubah Kabupaten Sambas melakukan pertemuan dengan Bupati Sambas H Satono. Selasa Malam (7/9/2021)


Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung 1001 Kubah, Kabupaten Sambas, Misni Safari SP mengungkapkan pihaknya melakukan silaturahmi terkait progres pembangunan mesjid 1001 Kubah. Dimana Yayasan Sambas Raya Madani didirikan untuk membangun Masjid Agung 1001 Kubah.


"Ya, ini adalah untuk silaturahmi dengan Bupati Sambas. Dan kemudian ini adalah dalam rangka koordinasi pembangunan Masjid Agung 1001 Kubah," katanya.


Misni mengatakan fokus dari yayasan itu adalah untuk membangun Masjid Agung untuk masyarakat Kabupaten Sambas. Kemudian kedepan juga direncanakan akan dibangun lembaga pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.


"Kepanitiaan sudah terbentuk dan direspon sangat bagus oleh masyarakat Kabupaten Sambas. Dan masyarakat sangat antusias, dan mereka sudah bertanya dimana lokasi pembangunannya, Alhamdulillah  sudah ada lokasinya, dan kita berkeinginan ada 100 hektare tanah. Bahkan sudah ada beberapa masyarakat yang berwakaf tanah, untuk pembuangan masjid itu," ungkapnya.


Sekarang untuk pembangunan sudah terkumpul sumbangan dari masyarakat kurang lebih Rp 5 Miliar untuk rencana pembangunan Masjid Agung 1001 Kubah.


"Kita juga ada seorang arsitek yang siap untuk menggambar masjid ini secara gratis, karena beliau ingin beramal untuk membangun Masjid ini, Kedepan kita coba merumuskan seperti yang disarankan oleh Kakan Kemenag Kalbar, untuk dijadikan sebagai Masjid Nasional Perbatasan, 1001 Kubah," jelasnya.


Sementara Bupati Sambas, H. Satono menyambut baik kedatangan Panitia Pembangunan Masjid Agung 1001 Kubah.


Bupati juga berpesan dua hal untuk pembuangan Masjid Agung 1001 Kubah yakni benar-benar memastikan dulu status dan luas tanah dan lokasinya.


"Ya, saya berpesan, jika kita punya keinginan dan serius. Kita pastikan dulu lahannya, kita koordinasikan ke BPN dan PU untuk tata letak RDTR atau RTRW, jangan sampai masuk ke lahan hijau, sehingga tidak bisa di bangun," ungkapnya.


Bupati berkeyakinan jika lahan sudah di pastikan maka pembangunan itu bisa berjalan dengan nyaman.


"Maka segerakan clear-kan lahan ini, apakah nanti pakai wakaf atau beli. Sehingga semua pembangunan akan lebih mudah jika kalau kita sudah siap dengan lahan," tuturnya.


Secara Pribadi Satono m sangat menyambut baik rencana pembangunan Masjid tersebut. Dia juga meminta agar pihak panitia untuk melaporkan segala tahapan atau progres pembangunan mesjid 1001 Kubah.


"Saya juga tertarik dengan rencana pembangunan Masjid Nasional Perbatasan ini. Tapi juga perlu kita konsultasikan dulu untuk masalah nama ini nantinya, minta ini kerjanya cepat, dan bisa dilaporkan kepada saya. Sehingga saya tahu dengan progres pembangunan Masjid Agung ini nantinya," Pungkasnya. (Sai)

Share:
Komentar

Berita Terkini