-->

Usulan Daniel Johan Untuk Sambas Direalisasikan Presiden Jokowi

Editor: Admin author photo

Ket: Daniel Johan saat memantau langsung demplot program Bujangseta di Desa Gapura Kabupaten Sambas beberapa waktu lalu.

Kabarsambas.com-Presiden RI Joko Widodo menerbitkan Inpres Nomor 1 tahun 2021, tentang percepatan pembangunan ekonomi pada kawasan perbatasan negara di Aruk, Mootain dan Skouw, keuntungan bagi Kabupaten Sambas.


Pada Inpres pertama yang dikeluarkan Presiden pada tahun 2021 tersebut, Kabupaten Sambas terdapat berbagai program pembangunan bagi Kabupaten Sambas, mulai dari infrastruktur hingga pertanian dan perkebunan.


Kabupaten Sambas mendapatkan porsi luar biasa besar dalam Inpres tersebut, seperti pembangunan pusat pembenihan dan pengembangan kawasan sentra produksi lada, hingga menjadikannya berkualitas ekspor.


Kemudian pengembangan kawasan sentra produksi tanaman jeruk yang menerapkan teknologi buah berjenjang sepanjang tahun (bujangseta) di kecamatan semparuk Sambas sebawi sekarang dan Sambas dengan luas 1000 hektar, berikut terselesaikannya pengembangan industri pengolahan dan pengemasan komoditas jeruk di kecamatan semparuk.


Selain itu juga terdapat pengembangan budidaya padi rawa dan padi inbrida serta terselesaikannya produksi tanaman padi untuk menghasilkan beras premium di kecamatan tebas dengan luas 2000 hektar.


Lalu ada pengembangan industri kelapa di tujuh kecamatan Jawai, Jawai Selatan, Paloh, Salatiga, Tangaran, Selakau dan Pemangkat.


Ini semua dalam bidang pertanian dan perkebunan, Inpres juga menyebutkan tentang pembangunan fisik infrastruktur di Paloh, pembangunan jaringan listrik di Aruk dan Pembangunan di PLBN Aruk.


Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya diantara program pertanian dan perkebunan itu, adalah program yang didorong dan disuarakan oleh Wakil ketua komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1, Daniel Johan.


Diirinya mengatakan dengan adanya Inpres no 1 tahun 2021, langkah menuju Kabupaten Sambas sebagai daerah percontohan kemandirian pangan nasional bisa terwujud.


"Iya terima kasih banget kepada presiden yang telah mendengarkan, bahkan akhirnya mewujudkan usulan aspirasi yang telah kita kawal dan dengungkan selama ini, ini langkah konkrit agar sambas menjadi percontohan nasional menuju kemandirian dan kedaulatan pangan," ungkapnya, Kamis (26/2/2021)


Program tersebut kata Legislator PKB ini, tak hanya akan memajukan perekonomian petani di Sambas, namun juga mengharumkan nama daerah ini di tingkat nasional.


"Mari kita kawal bersama agar program ini benar-benar berhasil dengan baik dan nama Sambas harum secara nasional," katanya.


Meski demikian, menurut Daniel Johan, guna mewujudkan program tersebut secara maksimal memerlukan kebersamaan banyak pihak.


"Kerjasama dari berbagai pihak baik petani, penyuluh, hingga pemda propinsi dan kabupaten sangat menentukan, dan secara khusus saya minta gerbang tani benar-benar mengawal dan membantu para pihak agar program ini berjalan dengan baik," tutupnya.


Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy mengatakan, pemerintah di daerah mesti mampu mengimplementasikan Inpres yang telah dikeluarkan oleh Presiden tersebut.


"Pendapat saya tentang inpres tersebut sangat baik dan harus di implementasi pelaksanaannya dengan baik pula," katanya melalui pesan Whatsapp.


Banyak cara kata Sarwo Edhie bagi pemerintah di daerah untuk mengupayakan pembangunan pertanian di daerah mereka, sumber anggaran tak hanya dari APBD saja.


"Pemerintah Daerah harus aktif mencari sumber sumber pendanaan baik melalui APBD maupun yang bersumber dari APBN," tuturnya.


Satu diantara program pertanian unggulan yang disebutkan pada Inpres tersebut yakni Berbuah Sepanjang Tahun atau Bujangseta. 


Sederhananya, dengan metode Bujangseta ini, tanaman jeruk yang berbuah musiman tak lagi demikian, melainkan berbuah secara terus menerus sepanjang tahun.


Ketua Kelompok Tani Buluh Serumpun, Ramli mengatakan dengan metode Bujang Seta jeruk, mereka bisa mendapatkan penghasilan yang jauh lebih baik


"Yang pertama kami sampaikan terimakasih kepada pak Daniel Johan yang selalu mendorong petani di Sambas lebih baik," katanya.


Diakui Ramli, pihaknya sudah tiga tahun menggunakan metode Bujang Seta tersebut, dengan hasil yang sangat memuaskan.


"Program ini kami sebelumnya tidak tahu, dan setelah tiga tahun ini membuahkan hasil yang sangat baik kepada keluarga kami," paparnya. 


Bahkan untuk pemasaran buahnya kata Ramli, mereka juga tidak menemukan kendala, karena harganya jauh lebih baik dari panen raya biasanya.  


"Untuk pemasaran Alhamdulillah kita mengarah pada arah pasar, dan saat pasar kosong kita bisa memenuhi kebutuhan pasar. Dan kami selalu dapat harga yang bagus," ungkapnya. 


Dalam sekali panen kata dia, dia bisa menjual buah jeruk yang dia tanam dengan harga Rp 8 ribu sampai dengan Rp 9 ribu/Perkilonya. 


"Rata-rata harganya bisa delapan sampai sembilan ribu, dan kita bersyukur harga jualnya selalu bagus harganya. Buah yang kita hasilkan juga bagus, mengkilap dan rasanya manis," bebernya. 


Namun demikian, ada beberapa kendala yang mereka hadapi dalam menumbuh kembangkan jeruk dengan program Bujang Seta itu. Salah satunya adalah untuk pemenuhan pupuk.


"Kedepan kami berharap agar pemenuhan pupuk bisa maksimal, karena memang kami kekurangan pupuk selama ini," Pungkasnya. (Sai)


Share:
Komentar

Berita Terkini