-->

Mahasiswa Sambas Aksi Simpatik Dukung Jumardi Ke DPRD Sambas

Editor: Admin author photo

Ket: Aksi Simpatik memberikan dukungan moral kepada Jumardi warga desa Tampatan yang terjerat hukum satwa-satwa dilindungi. Senin (1/3/2021) di DPRD Sambas

Kabarsambas.com-Aliansi Mahasiswa Kabupaten Sambas mengelar aksi simpatik untuk memberikan dukungan moral kepada Jumardi, salah satu warga Dusun Tempukung, Desa Tempatan, Kecamatan Sebawi yang terjerat kasus satwa yang dilindungi. Senin (1/3/2021)


Diketahui Jumardi dibawa ke Pontianak pada Kamis, 11/02/20 oleh Tim BKSDA. Pada saat hendak melakuakan transaksi dengan konsumen di Tugu Limau, Kecamatan Tebas, ternyata bukan dari Konsumen tetapi Tim BKSDA Provinsi Kalbar. 


Jumardi langsung dibawa ke Pontianak untuk dilaporkan dan menjalankan pemeriksaan di Polda Kalbar. 


Ketua Komite Mahasiswa Kabupaten Sambas (KMKS) Muhammad Rifai mengatakan pihaknya datang ke DPRD untuk memberikan dukungan moral kepada salah satu warga sambas yang terjerat hukum karena ketidakpahaman tentang aturan dan hukum.


"Ya, memang Jumardi ini tidak paham hukum tentang satwa-satwa yang dilindungi dan tidak boleh diperjualbelikan," katanya.


Maka disampaikan Rifa'ie pihak meminta BKSDA untuk lebih gencar melakukan sosialisasi kasus ini tidak kembali terulang.


"Sangat jelas, bahwa yang bersangkutan tidak mengetahui aturan terkait satwa-satwa yang dilindungi, tentu kita berharap saudara kita Jumardi dapat bebas kembali," tuturnya.


Ketua Bem IAIS Sambas, Firdaus meminta pihak DPRD dan Pemerintah Kabupaten untuk memberikan bantuan hukum kepada Jumardi.


"Ya, hingga saat ini belum ada bantuan hukum yang dilakukan pemerintah kabupaten Sambas untuk memberikan bantuan hukum salah satu warga Sambas yang terjerat hukum atas ketidakpahamannya," ungkapnya.

Firdaus yang juga karang taruna desa Tampatan meminta BKSDA untuk lebih gencar kembali melakukan Sosialisasi kepada masyarakat terkait satwa-satwa yang dilindungi.


"Ketidakpahaman ini juga kurangnya sosialisasi dari BKSDA kepada masyarakat, agar hal ini tidak kembali terulang maka BKSDA haru turun ke masyarakat," Pungkasnya. (Sai)



Share:
Komentar

Berita Terkini