Hoaks, Bupati Matikan Listrik Malam Tahun Baru

Editor: Admin author photo

Ket: Bupati Sambas H.Atbah Romin Suhaili Lc MH

Kabarsambas.com- Beredar di media sosial dimana dalam keterangan Bupati Sambas akan melakukan pemadaman lampu (Listrik) malam tahun baru adalah berita bohong atau hoaks.


Bupati Sambas H.Atbah Romin Suhaili Lc MH mengatakan Informasi yang beredar mengatasnamakan bupati akan melakukan pemadaman lampu (listrik) malam tahun baru dari tanggal (31/12/2020) jam 18.00 Wib sampai pagi (1/1/2021) berupa informasi bohong.


"Iya, Informasi tersebut adalah berita bohong atau hoaks," tegasnya.

Informasi yang beredar di media sosial adalah hoaks


Namun disampaikan Bupati pemerintah kabupaten Sambas tetap melakukan himbauan terutama dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19.


"Saya harapkan untuk menghindari melakukan perjalanan untuk berlibur ke luar daerah dan tetap berkumpul bersama keluarga di rumah masing-masing selama melaksanakan

tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah

utamanya selalu menggunakan masker, cuci tangan yang teratur, menjaga jarak

dan tidak berkerumun," katanya.


Masyarakat juga tidak merayakan malam pergantian tahun dengan menyalakan kembang api atau petasan, peniupan terompet, konvoi dan pawai di jalan, pesta narkoba, maksiat, dan meniadakan seluruh kegiatan acara yang kurang bermanfaat sehingga dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum dan dapat menyebabkan munculnya kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan chuster penyebaran baru COVID-19 di wilayah Kabupaten Sambas. 

"Untuk para pengelola tempat wisata yang berada di wilayah Kabupaten Sambas, agar memiliki protokol kesehatan yang baik, memastikan tidak adanya kerumunan yang menyebabkan tidak bisa jaga jarak serta membatasi jumlah pengunjung sampai dengan 50 persen," tuturnya.


Mencegah terjadinya pesta dengan kerumunan terbuka atau tertutup, termasuk penggunaan pengeras suara yang menyebabkan orang berkumpul secara masif.


"Seluruh Camat bersama Satgas Penanganan Covid-19 agar melakukan monitoring dan mengambil tindakan yang dianggap diperlukan dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," Pungkasnya. (Sai)


Share:
Komentar

Berita Terkini