-->

Bupati Rakornas Perpustakaan Nasional RI Tahun 2020

Editor: Admin author photo
Foto: Humas Pemkab Sambas
Ket: Bupati Sambas H.Atbah Romin Suhaili Lc MH bersama Kadis Herianto saat menghadiri Rakor Perpustakaan Nasional RI Tahun 2020. Selasa (25/2/2020) di Hotel Bidakara Jakarta.

Kabarsambas.com-Bupati Sambas H.Atbah Romin Suhaili Lc MH menghadiri Rapat Koordinasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Tahun 2020, digelar di Hotel Bidakara Jakarta, Selasa (25/2/2020). Rakornas dibuka secara resmi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Seluruh Pustakawan dari beragam daerah turut menyemarakkan rakornas tersebut. Hanya saja, untuk Kepala Daerah tingkat Provinsi, Kabupaten Kota, jumlahnya tidak mencapai 100 orang.

Adapun dari sektor Bupati, hadir sejumlah 27 orang dan 24 orang Wakil Bupati. Mendagri, Tito Karnavian, dalam sambutannya mengapresiasi kepala daerah yang hadir. Kata dia, itu bentuk keseriusan pemimpin daerah terhadap pembangunan perpustakaan dan literasi.

"Kalo kita mengartikannya, mengenai absensi kehadiran kepala daerah ini, positifnya, mereka tetap menganggap rakornas ini penting, tapi ada yang lebih penting. Tetapi perlu diingat, bangsa kita dihadapkan dengan tingkat literasi yang rendah, minat baca bangsa ini perlu perhatian serius. Mengapa? Ini ada hubungannya dengan nawa cita Presiden RI," kata Mendagri.

Menurut Tito, rendahnya Minat Baca bangsa ini dikarenakan kurang akses. Kata dia, Indonesia begitu luas, bangsa ini banyak di berada daerah pinggiran atau perbatasan, akses yang jauh dari kota.

"Inilah point penting komitmen pemimpin daerah dalam meningkatkan minat baca atau literasi bangsa ini. Memberikan perhatian serius pada perpustakaan didaerah, menghadirkan kemudahan bagi masyarakat mengakses," tegas Tito Karnavian.

Dilanjutkan dia, bagaimana kepala daerah bisa memahami masalah perpustakaan atau masih rendahnya minat baca, jika kehadiran kepala daerah pada rakornas itu, kurang lebih hanya 5 persen saja. Mendagri menjelaskan memahami nawa cita Presiden RI, membangun SDM Unggul. 

Satu diantaranya terang dia, masalah minat baca atau literasi harus mendapat perhatian serius secara masif hingga ke tingkat desa.

"Sekarang desa punya anggaran, bisa mensupport ini," ungkapnya.

Bupati Sambas, H Atbah Romin Suhailin Lc MH turut mengikuti Kegiatan Rakornas Perpustakaan RI, didampingi Kadis Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sambas.

Dikatakan Bupati, Sambutan Mendagri memberikan banyak Motivasi menguatkan komitmen daerah membangun literasi ataupun minat baca.

"Saya setuju dengan arahan-arahan Bapak Menteri Dalam Negeri, memberikan motivasi membangun literasi minat baca kita. Ini sangat diperlukan untuk kemajuan anak bangsa kita kedepan. Kita membutuhkan budaya baca agar bangsa ini punya literasi yang jelas dan mematangkan karakter bangsa," ujarnya.

Untuk Kabupaten Sambas, ungkap Atbah, berharap mendapat perhatian pusat berupa dukungan pembangunan perpustakaan bertaraf international. Itu dia kemukakan, bukan tanpa alasan, tetapi dengan pertimbangan Sambas sebagai daerah perbatasan.

"InsyaAllah kita yakin, hadirnya perpustakaan yang bagus, memberikan dampak positif terhadap minat baca masyarakat kita," ungkapnya.

Atbah menyebutkan, akan terus mendorong pihak desa ikut membangun minat baca warga di desa. Bupati mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi terhadap peningkatan minat baca di Kabupaten Sambas.

"Desa dengan alokasi dana desa Kabupaten ataupun Dana Desa Pusat, punya andil menyukseskan Peningkatan minat baca ditengah-tengah masyarakat. Hadirkan perpustakaan-perpustakaan desa, beri pemahaman pentingnya membaca agar memiliki referensi yang banyak," jelasnya.

Kadis Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sambas, Herianto mengatakan dinasnya berupaya dalam beberapa tahun kedepan hadir perpustakaan daerah yang representative. Dia berharap, dukungan pusat untuk pembangunan perpustakaan daerah, segera terealisasi.

"InsyaAllah, kita doakan bersama, Kabupaten Sambas segera memiliki Perpustakaan yang representative. Gedung perpustakaan yang ikonik, sehingga menarik minat baca warga dan mendatanginya, nyaman dalam mencari referensi ilmu. Tentunya program lain tetap kita gelar guna memberi pemahaman pentingnya budaya membaca," Pungkasnya. (Sai)

Share:
Komentar

Berita Terkini